Artikel Featured

Adam Ardisasmita: Pengemasan Budaya dalam Rupa Permainan Mobile

Sore itu, Selasa (23/10), dijumpai di kediaman kantornya, seorang pria berperawakan tidak terlalu besar menyapa dengan hangat dan disertai senyumnya yang khas. Adam Ardisasmita (STI ‘08), pria yang akan menemani Boulevard selama beberapa lama untuk sekadar berbagi pengalaman dan cerita. Tidak disangka dibalik kesan sederhananya, Adam adalah CEO sekaligus founder bersama kelima temanya yang telah mendirikan suatu perusahaan kreatif di bidang kebudayaan khususnya dalam pengembangan mobile game bernama Arsanesia.

Adam menuturkan bahwa Arsanesia adalah suatu proyek ‘tanggung basah’ yang sekarang telah menjadi proyek yang tidak ‘tanggung-tanggung’.  Itu semua berawal dari suatu mata kuliah Pengembangan Aplikasi Mobile. Adam saat itu berencana membuat proyek game untuk mata kuliah tersebut bersama keempat temannya. Tidak lama setelah itu, Bandung Venture Night, sebuah acara yang memberikan kesempatan para developer di berbagai bidang untuk melakukan pitching di depan khalayak ramai, akan diselenggarakan. Dari situlah Adam dkk yang dari semula sudah merancang proyek tersebut, sekarang harus merancang rencana bisnisnya yang akan diikutsertakan dalam acara itu.

“Dari game yang sama sekali belum kita buat, tetapi kita sudah memiliki konsep untuk memajukan budaya Indonesia. Dan hasilnya, sambutan malam itu luar biasa sekali bagi perusahaan yang baru beberapa hari kemarin berdiri,” begitu ungkapnya.

Satu batu loncatan menuju jenjang selanjutnya telah terlewati dan sejak saat itu keluarlah game terbitan asli Arsanesia, diantaranya Gamelan Player, Temple Rush Prambanan, Si Pitung, Slapillar, dan Wagu Warrior. Uniknya, seperti yang telah Boulevard katakan di atas adalah kesemua game tersebut bernafaskan budaya Indonesia. Seperti Gamelan Player yang mengangakat alat musik tradisional gamelan. Lalu, Temple Rush Prambanan, game yang bercerita tentanng Bandung Bondhowoso dalam usaha membangun seribu candi, dll.

Menurt Adam, diantara kelima game tersebut, game yang paling berkesan adalah Gamelan Player yang telah diunduh mencapai total 200.000 orang dan hanya sekitar 20.000 berasal dari Indonesia. Berarti sisa dari total pengunduh tersebut adalah para pengguna Gamelan Player dari belahan dunia lain. Hal ini menandakan bahwa Gamelan Player telah mendunia. ”Itulah yang membuat kami bangga karena budaya Indonesia sudah dapat kami promote kekhalayak internasional,” cetus Adam.

Kembali kepada apa yang akan terus dikembangkan Arsanesia dalam kedepannnya, Arsanesia memiliki misi untuk menjadi ikon budaya indonesia di dunia digital enterteaiment. Adam mengungkapkan bahwa benang merah tercetusnya misi tersebut adalah minimnya minat para masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia yang disebabkan oleh para pelaku kreatif yang kurang berperan dalam mengangkat kebudayaan Indonesia sesuai kebutuhan zaman saat ini. Arsanesia disini berusaha menjadi pelaku kreatif tersebut yang mengemas kebudayaan Indonesia kedalam bentuk baru tanpa mengurangi kandungan aslinya.

”Kita ingin mejadi ikon yang nantinya menjadi branding Arsanesia sendiri seperti yang dilakukan Walt Disney terhadap tokoh-tokohnya. Juga ingin membangun suatu konsep serupa dengan Disney Land bernama Arsa Land tetapi tentunya cita rasa kebudayaan Indonesia,” ungkap Adam dengan lugas.

Masalah penghargaan yang pernah diraih, tentunya sudah tidak diragukan lagi untuk yang satu ini. Berbagai kompetisi pernah dimenangi seperti Students x CEOs Summit 2011, Top Ten Games: Nokia Coding on the Beach, STEI students innovation award, dll. Tak hanya itu, Arsanesia ini telah menjadi pembicara di Festival IT bergengsi di Indonesia yaitu INAICTA 2011 dan menjadi perwakilan untuk hadir di  acara Communicasia. Communicasia adalah sebuah perhelatan akbar yang menghadirkan vendor-vendor raksasa di industri telekomunikasi se-Asia Pasifik, dll.

Adam mengungkapkan bahwa industri game saat ini di Indonesia masih belum terlalu pesat perkembangannya, oleh karena itu peluang sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berkecimpung di dunia ini. Ia melanjutkan bagaimana ia dan teman-temannya lainnya memulai perusahaan ini sejak masih menjadi mahasiswa dan benar-benar merasakan proses yang luar biasa menantang ketika berada di kampus. Adam menaruh harapan besar kepada para mahasiswa ITB untuk bisa mengembangkan diri sesuai passion secara terus menerus selagi masih di kampus.

Ketika Boulevard bertanya tentang impian Arsanesia, Adam menjawab, “Impian dari Arsanesia ingin melestarikan budaya Indonesia dan mempertahankan budaya Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan. Sehingga game budaya yang kami telah buat dapat setara dengan Final Fantasy, Warcraft, dll. Juga kebudayaan dengan corak Indonesia sudah berada di layar lebar Hollywood.” [azi]

Komentar