Berita Featured

ITB Ragu Hadapi PKM dan PIMNAS?

Memasuki bulan Oktober, Kementerian Profesi dan Inovasi bersama Kementerian Ganesha Hijau Kabinet KM-ITB semakin gencar mengajak seluruh elemen mahasiswa ITB untuk menyalurkan ide-ide kreatifnya di PKM. Dengan acara PIMNAS sebagai puncaknya, ITB akan kembali ditantang untuk menjadi juara. Dari sini timbul pertanyaan, bagaimana kesiapan KM-ITB menghadapi PIMNAS yang sudah mencapai tahun ke dua puluh enam? Apakah kali ini sang gajah berani menunjukkan gadingnya?

Publikasi tentang Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) sangatlah penting. Sampai saat ini publikasi telah dilakukan melalui beberapa media seperti website, poster, dan baliho. Namun, sejumlah kendala ditemui pada publikasi poster dan baliho. Menteri Profesi dan Inovasi (Proinov) Kabinet KM-ITB, Danni Gathot Harbowo, menjelaskan adanya masalah pencairan dana untuk pembuatan poster dan baliho, sehingga penyebarannya ke seluruh sudut kampus dinilai belum maksimal. Poster yang dipasang masih terbatas jumlahnya, dan hanya dipasang di daerah tertentu saja. Selain itu, pemasangan baliho juga mendapat kendala dalam hal perizinannya. Pemasangan baliho masih dipersulit dan dibatasi oleh rektorat. Sampai saat ini masih diusahakan supaya lebih banyak lagi baliho yang dipasang.

Publikasi juga dilakukan melalui workshop tentang PKM yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Melihat dari jumlah peserta workshop yang cukup banyak, kurang lebih dua ratus orang, antusiasme massa kampus terhadap PKM tahun ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hanya saja minat untuk ikut serta menyalurkan ide-ide kreatif masih kurang.

“Memang di ITB ini rektorat masih kurang memberikan dukungannya kepada mahasiswa untuk lebih menyalurkan kreativitasnya. Dari pihak mahasiswa sendiri juga masih belum mempunyai gambaran inklusif tentang PKM. Hal ini yang menyebabkan minat untuk ikut serta dalam PKM masih kurang. Akan tetapi, tahun ini sudah ada sedikit peningkatan daripada tahun lalu. Setidaknya dukungan dari rektorat sudah bertambah meskipun belum banyak,” komentar Gathot.

Kabinet KM-ITB sendiri berencara untuk melakukan advokasi lebih lanjut ke pihak rektorat. Hal ini dirasa perlu melihat masalah publikasi yang harus segera ditangani. Fasilitas yang ada masih kurang dan belum bisa mencapai target publikasi. Sementara minat massa kampus bisa jadi semakin berkurang. Kabinet KM-ITB harus berusaha lebih keras lagi mengajak lebih banyak massa kampus untuk mengikuti ajang kreativitas ini.

Berbeda dengan universitas-universitas lain, Gathot menuturkan bahwa di ITB, program ini belum bisa menjadi isu hangat di kalangan massa kampus. Seakan-akan PKM ini kurang bergengsi bagi mahasiswa ITB. Mereka cenderung mengacu kepada The World Class University yang mengganggap PKM merupakan program yang kurang cocok untuk dijadikan tempat penyaluran ide-ide kretivitas mereka. Selain itu, inisiasi PKM di ITB muncul dari sebagian kecil mahasiswa dan kalangan KM-ITB, bukan dari rektorat. “Di universitas lain, para dosen pembimbing lah yang lebih aktif mengajak mahasiswanya, sedangkan di ITB ini tidak ada dukungan dari rektorat. Jadi kami yang membuat inisiasi sendiri di PKM ini. Malahan kami yang aktif meminta bantuan dari dosen pembimbing,” kata Gathot.

Target dari Kabinet KM-ITB di PKM 2012/2013 adalah sebanyak 300 proposal lolos seleksi awal dan akan didanai. Kemudian dari semua proposal terdanai itu bisa lolos monitoring dan evaluasi untuk bisa dibawa ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVI. Tentunya target ini cukup besar, dan perlu strategi khusus dari Kabinet KM-ITB. Selain usaha keras publikasi, proses revisi dan seleksi proposal juga dilakukan agar mendapatkan hasil yang cemerlang. Proses monitoring dan evaluasi serta peran dosen pembimbing akan ditingkatkan, mengingat PKM tahun lalu belum memiliki kontrol yang kuat. “Tahun lalu hampir seratus proposal terdanai tidak lolos monitoring dan evaluasi, hanya 17 proposal yang dibawa ke PIMNAS,” tambah Gathot.

Dari perkembangan persiapan PKM 2012/2013, dapat disimpulan bahwa masih ada beberapa kendala yang belum terseleisaikan. Namun, usaha keras dari Kabinet KM-ITB patut diacungi jempol. Cepat atau lambat, ITB akan kembali menunjukkan gading sang gajah. Membawa ITB lebih berkarya dan berdedikasi tinggi.

Gathot memberikan pendapatnya saat ditanya tentang kesiapan ITB di PKM tahun ini, “Untuk sekarang ini ITB bisa dikatakan belum siap untuk menjadi juara PKM dan PIMNAS, tetapi kita sedang dalam proses menuju siap. Suatu saat nanti kita akan benar-benar siap dan mampu mengangkat nama almameter terbaik kita.”

“Ajang ini sangat bergengsi bagi mahasiswa ITB, karena ini merupakan  salah satu tempat dimana kita sebagai mahasiswa ITB bisa menyalurkan ide-ide kreatif kita dalam bentuk karya yang nyata. Ajang PKM ini sebagai bukti bahwa ITB adalah institut terbaik bangsa yang benar-benar mampu memberikan kontribusinyata kepada bangsa dan negara. Semoga PKM ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kita semua, dan kedepannya kita bisa lebih banyak memberikan karya-karya dengan ide-ide cemerlang,” tambah Gathot. [ryan]

Komentar