Artikel Featured

Jalan-Jalan Baru di Ganesha 10

Belakangan ini jika kita perhatikan, ada yang berbeda dari jalan-jalan di ITB. Beberapa plang penanda jalan terpasang di berbagai tempat, seperti di gerbang utama, samping GSG, dan depan kantin Bengkok. Mungkin kita bertanya-tanya. Untuk apa sih dipasang plang-plang jalan ini? ITB kan sempit ngapain juga ada pake nama jalan lagi?

“Saya juga ga tau maksudnya apa plang-plang jalan ini. Belum dijelasin sama pihak yang masangnya,” begitu kata Gugun, Satpam ITB, ketika ditanya Boulevard. Menurutnya, pemasangan plang jalan ini relatif baru, sekitar 2 minggu yang lalu. Meski belum ada sosialisasi yang resmi, plang jalan ini sedikit banyak memudahkan para penjaga gerbang dalam memberi petunjuk arah kepada para tamu yang belum mengenal kawasan ITB.

Diusut lebih lanjut, ternyata plang-plang jalan ini merupakan program dari UPT K3L. Dikonfirmasi di kantornya, Aban, salah satu staf UPT K3L, mengakui ide awal mengenai plang jalan memang berasal dari K3L. “Sebenarnya ini urusan SP (Sarana Prasarana – red) dan K3L sifatnya membantu. Namun, karena K3L siap dan mampu juga dari segi dana maka diambil alih sama K3L pelaksanaannya.”

Tujuannya adalah untuk memudahkan penyebutan jalan-jalan di ITB terutama untuk para tamu yang belum familiar dengan kawasan ITB. “Misal, kalau mau ke CC, kan susah tuh nunjukinnya. Lebih gampang kalau kita bilang ada di jalan 2.”  Selain itu, menurutnya plang jalan juga memudahkan dalam menentukan lokasi jika terjadi kejadian tak terduga, seperti mahasiswa yang pingsan di tengah jalan. “Daripada bingung ini di dekat gedung mana, lebih gampang kalo sebutin aja nama jalannya, di jalan apa gitu.”

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, diputuskanlah oleh pihak K3L, tentunya setelah diadakan rapat dengan pimpinan dari Wakil Rektoral Bidang Sumber Daya dan Organisasi (WRSO) untuk merealisasikan pemasangan plang-plang di seluruh jalan di ITB. Pemetaan lokasi plang pun ditetapkan, yaitu jalan yang horizontal (sejajar dengan jalan aula barat-aula timur) dinamai dengan angka dan jalan yang vertikal (sejajar boulevard) dinamai dengan huruf sesuai abjad.

Hingga kini sudah berjalan hampir 3 minggu sejak dilaksanakannya pemasangan plang jalan. Meski tergolong baru, plang jalan ini sudah menuai kritik dari beberapa pihak. “Baru sekitar empat hari dipasang, udah banyak dikomplain sama dosen-dosen,” begitu kata Aban. Bukan karena ketidaktepatan dalam pemasangan plang ataupun komplain mengenai maksud dari pemasangan plang-plang ini, tapi lebih mengenai desain dari plang-plang yang sudah terpasang. Beberapa pihak mengeluh kepada K3L bahwa tulisan pada plang jalan ini kurang spasi, antara tulisan ‘jalan’ dan ‘huruf/angka’ kurang ada jarak sehingga tidak nyaman dilihat ketika berjalan ataupun dari dalam kendaraan. Maka dari itu, plang-plang tersebut akan dicopot untuk sementara waktu dan segera diganti dengan yang baru. Agar tidak ada kesalahan lagi, kali ini K3L telah berkoordinasi dengan orang-orang dari Seni Rupa untuk dalam hal desain plang.

Pemasangan plang-plang jalan ini masih bisa dibilang dalam tahap percobaan. Lalu apa harapan dari K3L atas pemasangan plang jalan ini? “Ya, guna apa nggak itu tergantung nanti gimana penggunanya aja. Tapi kita tentunya berharap plang-plang ini bisa bermanfaat untuk semua pengguna jalan di ITB,” tukas Rahman, staf K3L. Bagaimana pun kelanjutannya, diharapkan semua pihak dapat menggunakan plang-plang jalan ini dengan sebaik-baiknya. [anisah]

1 Komentar

  • “Agar tidak ada kesalahan lagi, kali ini K3L telah berkoordinasi dengan orang-orang dari Seni Rupa untuk dalam hal desain plang”

    Menurut saya kata ‘orang-orang’ terkesan tak jelas (apakah dosen atau mahasiswa) juga tak sopan. Lebih baik diganti dengan dosen atau mahasiswa sesuai dengan yang berkepentingan.

    Sekian dan terima kasih.

Komentar