Artikel

Selamat Jalan GSG!

Suasana umum di Bandung hari itu (17/10) mendung kelabu. Tidak berapa lama, titik-titik air mulai turun satu per satu. Dari luar, GSG tampak sepi dan gelap. Keadaan di dalam ternyata sama saja. Gedung Serba Guna (GSG) ITB yang dibangun pada tahun 1978 oleh beberapa staf pengajar arsitektur, yaitu Goenawan Atmosoetjipto, Raswoto, Tatang Sutjadi Jusuf, Huthudi, Prabowo dan satu staf pengajar dari Teknik Sipil, Budiharjo sebentar lagi akan dihancurkan. Keadaan di dalam GSG hari itu tidak jauh berbeda dengan keadaan langit di luar. Kelabu.

Gedung Serba Guna ITB dibangun dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan acara wisuda. Untuk keperluan wisuda, dibutuhkan suatu ruangan yang cukup besar untuk dapat menampung ribuan wisudawan beserta keluarganya. Dalam perkembangannya, GSG tidak hanya digunakan untuk keperluan acara wisuda tetapi juga sebagai tempat latihan bagi unit-unit olahraga seperti hoki, badminton, futsal, tenis meja dan lain-lain. Selain sebagai tempat latihan, GSG juga sering digunakan sebagai tempat diadakannya acara-acara yang diselenggarakan oleh berbagai unit maupun himpunan di ITB.

Namun keberadaan GSG yang telah banyak menopang kegiatan mahasiswa tidak akan lama lagi akan digantikan oleh gedung baru, terkait dengan proyek pembangunan JICA. ITB yang sedang dalam proses menuju World Class University ini butuh menambah fasilitas-fasilitas dan laboratorium baru untuk mendukung proses perkuliahan dan penelitian, sehingga beberapa gedung atau lahan yang saat ini belum maksimal pemanfaatannya, seperti GSG, akan dibongkar dan di lahan tersebut dibangun sebuah bangunan baru bernama CADL (Centre for Arts, Design and Language). Gedung CADL ini nantinya akan diisi dengan fasilitas-fasilitas baru untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Pusat Bahasa ITB. [maryam]

Komentar