Artikel Featured

Akan Dibawa ke Mana Kampus ITB Satu Tahun ke Depan?

Ketika sudah terpilih tentu ketua kabinet terpilih harus langsung menentukan arah gerak kampus ini sesuai dengan visi misi yang ia bawa. Seharusnya rencana dan arah gerak kampus ini sudah mereka gambarkan dan rencanakan mulai dari sekarang. Lalu perubahan apa yang akan dibawa dalam kabinet KM ITB satu tahun ke depan oleh kedua calon Ketua Kabinet KM ITB jika nanti mereka terpilih?

“Jawaban abstraknya adalah semangat mencintai Indonesia. Orang akan lebih mencintai Indonesia dan mendekatinya dengan berbagai cara. Kita akan mengapresiasi seorang juara Pimnas, mengapresiasi atlet yang membawa nama ITB ke luar,” jawab Yorga. “Packaging sebuah gerakan harus lebih menarik agar masyarakat bisa lebih terinspirasi. Harus re-branding lagi gerakannya,” tambahnya.

Untuk jawaban parameterisasinya Yorga menjawab bahwa ia akan membawa perubahan dalam tiga gerakan, yaitu sosial politik, keilmuan keprofesian, dan minat dan bakat. Dalam bidang sosial politik Yorga akan menghilangkan frame gerakan vertikal dan horizontal. “Ini kesalahan dari zaman dulu. Gerakan ke masyarakat itu horizontal, ke pemerintah itu vertikal. Lalu enterpreneur dan seni budaya itu gerakan ke mana? Diagonal?” ujarnya. “Sebenarnya gerakan ke pemerintah dan ke masyarakat itu sesuatu yang utuh,” tambahnya.

Untuk parameter lainnya dalam sosial politik adalah menghadirkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke ITB. Tujuannya agar seluruh mahasiswa ITB dapat ikut menyumbangkan suara dalam pemilihan umum walaupun jauh dari kampung halaman.

Untuk bidang keilmuan dan keprofesian Yorga akan membuat program Juanda Muda Berbagi Cerita. Dalam program ini orang-orang yang mempunyai karya dalam bidang keprofesian akan dibuatkan tulisan atau video, dan apresiasinya sehingga orang lain akan lebih terinspirasi. Untuk bidang minat dan bakat Yorga akan mengadakan program 1001 Warna Inspirasi. Melalui program ini ia akan mengundang orang-orang yang berprestasi dalam bidang minat dan bakat untuk bercerita sehingga orang-orang yang mendengarnya akan terinspirasi. “Sekarang ini banyak gerakan berbasis minat bakat yang asyik dengan kegiatannya. Kami harap gerakan tersebut dapat menginspirasi KM ITB ini. Banyak nih kegiatan minat bakat yang bilang kalau mereka ga butuh pendampingan dan bisa berdiri sendiri. Tetapi bisa ga sih dia ngasih sesuatu ke KM ITB yang bisa menginspirasi orang lain?” ujar Yorga.

“Program-program kerja saya nantinya akan bersifat plural. Kita memiliki banyak gerakan yang punya warna masing-masing. Ketika misalnya saya bilang kegiatan mahasiswa itu harus keprofesian, lalu gimana dengan yang namanya kegiatan seni budaya?” ujar Yorga. Menurut Yorga kata kuncinya adalah kita dapat mencintai Indonesia dengan berbagai cara. “Jadi nama Indonesia nya itu yang nanti akan kita angkat, namun dengan cara kita masing-masing,” tambahnya.

Dalam melakukan perubahan-perubahan dalam kabinet, hal utama yang akan ia lakukan adalah membenahi Depkominfo KM ITB. Alasannya menurutnya setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ITB sebenarnya cukup bagus, namun kegiatan publikasi dan branding nya terkadang kurang, sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu. Akibatnya tidak banyak orang yang mendapatkan inspirasi dari kegiatan tersebut.

Perubahan yang akan Nyoman berikan kepada kabinet jika ia terpilih menjadi Ketua Kabinet KM ITB adalah program Ekspedisi Pelita Muda. “Gerakan paling beda yang akan saya bawa adalah Ekspedisi Pelita Muda. Jadi intinya mahasiswa ITB ditantang oleh kabinet untuk mengeluarkan ide-ide kreatifnya buat menyelesaikan permasalahan di sekitar kita dulu, masalah di masyarakat atau lingkungan sekitar ITB. Dia ngajuin proposal, ngasih tau idenya gimana, bisa diselesaikan dalam berapa lama, proposal diterima, lalu dia tentukan juga destinasinya ke mana. Di sana ada masyarakat yang perlu dibina sesuai dengan idenya dan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Nyoman. “Setelah proposal diterima, disepakati, dan diberi dana ia harus menyelesaikan masalah di sekitar ITB dulu. Jika berhasil dia akan diberi reward berupa dibiayai ke destinasi yang ia tuju dan ia akan melihat bagaimana kondisi sebenarnya masyarakat yang akan ia bina,” tambahnya.

Kegiatan di pelosok tersebut akan didokumentasikan dan hasil dokumentasi tersebut akan dipamerkan di PSB. Siapa yang hasil ekspedisinya paling bagus maka akan mendapat penghargaan. Inti dari kegiatan ini adalah agar massa kampus keluar dari zona nyamannya, melihat masyarakat, dan alam. Pendidikan karakternya adalah agar mahasiswa ITB mengenal alam dengan cara menyentuhnya langsung. Dengan adanya acara ini Nyoman tidak akan mengadakan acara ITB Fair. Fungsi dari acara ITB Fair akan dimasukkan dalam ‘Aku Masuk ITB’. “AMI juga kan intinya memperlihatkan karya-karya mahasiswa ITB, tapi targetnya jelas, yaitu anak SMA,” ujar Nyoman.

Mengenai penyelesaian masalah-masalah eksternal Nyoman akan tetap mengadakan kajian-kajian. “Kajian pasti masih ada. Itu kan budayanya anak ITB,” tanggap Nyoman. Tetapi ia akan memastikan setiap kajian ada produknya. Untuk mencerdaskan orang-orang yang tidak terlalu suka kajian maka akan diadakan kerjasama dengan unit untuk membantu propaganda dari hasil kajian masalah-masalah tersebut. Jadi intinya Nyoman ingin kampus ini dinamis, cerdas,  tetapi dengan cara-cara yang tidak terlalu serius. “Pokoknya kabinet di sini harus konsisten memperjuangkan kebutuhan dari mahasiswa dan bikin pergerakan yang impact nya itu bermanfaat bagi masyarakan dan lingkungan secara besar,” ujarnya. [annisa]

Komentar