Berita Featured

Menghidupkan Kembali Jazz Aula Barat

Sesuai dengan namanya, Jazz Aula Barat bertempat di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, pada hari Senin, 1 April 2013 pukul 19.00 WIB.  Aula Barat dianggap sebagai tempat paling tepat untuk acara ini mengingat perannya sebagai saksi bisu perhelatan jazz di kampus ITB.  Hal ini benar adanya, sebab sejak tahun 60-an hingga 90-an berbagai macam pertunjukan musik jazz dengan musisi baik dalam negeri (Eddy Karamoy, Bubi Chen) maupun luar negeri (Benny Golson, Tony Scott) diselenggarakan di Aula Barat, sehingga gedung ini menjadi kiblat jazz kampus di Bandung.

Sayangnya, akibat banyaknya perhelatan jazz di kampus lain yang skalanya jauh lebih besar, pertunjukan musik jazz di ITB memudar.  Jazz Aula Barat pun menjadi acara perdana untuk perhelatan jazz dalam skala ini setelah vakum beberapa tahun terakhir.  Diharapkan acara ini menjadi batu loncatan pergerakan jazz di ITB dan mengembalikan warna musik jazz yang hilang di Aula Barat.

Jazz Aula Barat menghadirkan #3scapes, sebuah grup jazz yang beranggotakan Riza Arshad (pianis, komposer) yang merupakan alumni Desain Grafis ITB, Yance Manusama (basis elektrik), dan Aksan Sjuman (drummer).  Riza, yang mengomposisi seluruh lagu yang ditampilkan kemarin malam, berpendapat bahwa kini jazz bersifat festive dan pop, sehingga esensi dari musik jazz kurang tersentuh.  Menurutnya, konsep musik jazz yang setara dengan musik klasik sudah sulit ditemukan.

Jazz Aula Barat berusaha menjawab keinginan Riza dalam hal tersebut.  Acara ini bernuansa privat dan berkelas, khususnya dengan konsep konser, dimana setiap orang mendapat tempat duduk dan diharapkan tidak keluar masuk. Meski terkadang tepuk tangan penonton terdengar sangat riuh, tetap saja secara keseluruhan Jazz Aula Barat berlangsung dengan apik.

Terdapat sembilan lagu yang dibawakan #3scapes Senin malam kemarin.  Lagu pertama yang dibawakan adalah ‘The Three’, yang berasal dari album pertama #3scapes pada tahun 2003.  ‘Early Expectation’, yang berasal dari album kedua, memiliki banyak kejutan dengan alunan musik yang melambat dan menghentak tiba-tiba.  Lagu ini didasarkan pada jazz kontemporer di tahun 70-an, dimana jazz bertemu dengan elektrik sehingga terdapat sentuhan rock.

Hal menarik yang diamati dari #3scapes adalah subtle funk yang menjadi warna dasar jazz grup ini, sehingga musiknya cenderung agresif dan powerful.  Meskipun begitu, #3scapes tidak melulu menghasilkan suara yang sama; warna musik grup ini tetap melebar ke jenis lain tanpa melepas elemen improvisasi.  Brave and Young, salah satu lagu yang dibawakan #3scapes di Jazz Aula Barat, misalnya, bergenre ballad. [fitha dan arum]

Komentar