Berita Featured

Sepenggal Sejarah: Mengobarkan Semangat Hari Pahlawan Nasional

KMSBM mengobarkan semangat Hari Pahlawan Nasional di lapangan parkir utara SBM Minggu, (10/11) silam melalui rangkaian acara Sepenggal Sejarah. Acara tersebut dimulai dengan melangsungkan upacara bendera bersama massa kampus dan veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung yang sengaja diundang.

Menurut Hans Reinaldi (SBM’2011) selaku ketua acara berpendapat bahwa acara ini merupakan inisiasi dari proker KMSBM dalam ranah nasionalisme dan berharap nantinya dapat berlangsung rutin tiap tahun.

Dalam rencana, upacara digelar dari pukul 10.00 WIB, akan tetapi baru dapat dimulai pukul 10.45 WIB bersebab menunggu veteran yang masih melenggang ke kampus ITB. Hingga upacara dimulai, acara tersebut hanya dihadiri oleh puluhan massa kampus yang terdiri dari perwakilan himpunan serta anggota Kabinet KM-ITB.

“Miris memang, sepinya animo massa kampus akan acara upacara Hari Pahlawan ini. Seharusnya, acara ini dapat meningkatkan awareness massa kampus akan pentingnya menghargai jasa pahlawan. Mereka belum mengerti benar esensinya,” ujar Nyoman Anjani selaku Presiden Kabinet KM-ITB ketika ditanya mengenai sedikitnya jumlah yang hadir dalam upacara.

Senada dengan Nyoman, Antonius Prasetya (Kahim HIMATEK ITB) berpendapat bahwa nilai kesadaran untuk berbangsa dan bernegara mahasiswa ITB masih kurang. Hal-hal yang berbau Indonesia belum menggugah hati mereka. Di samping itu, mahasiswa ITB juga tidak mengerti bagaimana mencintai Indonesia sebenarnya.

Upacara bendera dipimpin oleh Ali Bastomi (SBM’2011) sebagai inspektur serta Sudirman (Ketua LVRI Kota Bandung) sebagai komandan upacara. Di tengah sesi upacara, dilangsungkan pembacaan puisi oleh Vivi Linda (SBM’2011) dengan judul “Kepada Para Pahlawan” karya Ully Hary Rusady dan sebagai penutup diberikan secara simbolis sebuah bambu runcing berbendera merah putih dari LVRI kepada Nyoman.

Tidak berhenti di sana, acara dilanjutkan ke auditorium SBM lantai 2 guna menggelar sharing session bersama veteran RI. Sesi berbagi tersebut dimoderatori oleh Prisanti Uni (KI’2011) di mana sebagai juru bicara veteran adalah Sudirman. Acara dibagi menjadi dua sesi tanya jawab dengan masing-masing dua orang penanya.

Sebagai penutup rangkaian acara ini, pihak LVRI menyerahkan sembilan buku sejarah perjuangan kepada pihak ITB di mana diwakili oleh Nyoman untuk nantinya dijadikan perpustakaan literatur sejarah di ITB.

“Acaranya bagus, selama ini kita belum pernah acara yang mengundang veteran. Terharu juga melihat perjuangan pahlawan dahulu, dan miris apabila dibandingkan dengan bangsa sekarang yang mental tempe. Seperti kita, yang nyampah di ITB. Karya sedikit, tetapi juga tidak ada kegiatan di luar,” pungkas Antonius saat ditanya pendapatnya mengenai acara Sepenggal Sejarah. [mahatma]

Komentar