Artikel Featured

DIES MAHA GOTRA GANESHA

Minggu, 17 November 2013, terdengar alunan musik Bali dari Aula Barat ITB. Dari sana, terlihat puluhan orang mengantri di loket. Dekorasi yang menyambut para pengunjung, menambah kekentalan suasana Bali yang endemik. Malam itu, Maha Gotra Ganesha sedang merayakan Dies ke 42, bertema Bali Sundaram.

Sekitar pukul 19.00, acara dibuka dengan tarian khas Bali. Kemudian, setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan acara puncak, Sendra Tari : Raja Paleuh dan Ken Sulasih.

Raja Paleuh dan Ken Sulasih memiliki cerita yang menyerupai cerita Jaka Tarub. Cerita ini, berkisah tentang seorang pemburu, Raja Paleuh, yang sedang sial dan tidak berhasil mendapat buruan. Lalu ketika ia melewati telaga, ia melihat sekelompok bidadari sedang mandi. Raja Paleuh mencuri satu, yaitu milik Ken Sulasih. Ken Sulasih meminta selendangnya, namun raja Paleuh memberikan syarat, yaitu menikahinya. Ken Sulasih menyanggupi dengan kurun waktu tertentu, yaiu sampai mereka memiliki anak berumur sepuluh tahun. Raja Paleuh setuju dan mereka pun menikah. Kemudian, ketika anak mereka berumur sepuluh tahun, Raja Paleuh menepati janjinya. Ken sulasih pun kembali ke kahyangan meninggalkan Raja Paleuh dan anak mereka.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan kolaborasi musik modern dan musik bali. Penampilan ini menampilkan perpaduan antara musik modern dengan diselingi teriakan yang dilantunkan para penari kecak. Acara kolaborasi musik ini sekaligus menutup Dies MGG ke-42.

Secara keseluruhan acara berlangsung menarik dan meriah. Lelucon-lelucon yang ditambahkan juga sering menimbulkan gelak tawa dari penonton. Menurut Reza, pengunjung dari Fakultas Hukum Unpad, sendra tari yang ditampilkan sudah bagus, leluconnya bagus dan memancing tawa. “Penarinya juga bagus, lupa-lupa gitu penarinya, tapi penonton nganggap lucu” tambah Reza.

Para pengunjung juga terkesan dengan acara ini. “Secara penampilan luar biasa, maksudku engga pernah mengecewakan,selalu ada kelasnya tersendiri,” kata Menko Harmonisasi Kampus, Naufal Firas Lubaba, ketika ditanyai pendapatnya tentang acara ini. “Tapi akan lebih mengesankan kalau musik modern kolaborasi dengan gamelan Bali” tambahnya. [fidel]

Komentar