Sastra

The Hobbit (Desolation of Smaug)

Petualangan Bilbo kembali berlanjut dalam film kedua dari trilogi epik THE HOBBIT: Desolation of Smaug.

Oleh                 : Anandya Saraswati

Judul                : The Hobbit (Desolation of Smaug)

Sutradara        : Peter Jackson

Produser         : Peter Jackson, Fran Walsh, Carolynne Cunningham

Skenario          : J.R.R. Tolkien, Fran Walsh, Philippa Boyens, Peter Jackson, Guillermo del Toro

Pemain             : Martin Freeman, Ian McKellan, Richard Armitage, Orlando Bloom, Luke Evans, Lee Pace

Genre                : Adventure | Fantasy

Rilis Bioskop  : 13 Desember 2013 (3D/2D)

Durasi                : 170 menit

Produksi           : Warner Bros Pictures

Petualangan Bilbo kembali berlanjut dalam film kedua dari trilogi epik THE HOBBIT yang diadaptasi berdasarkan novel berjudul sama karya JRR Tolkien terbitan George Allen & Unwin, September 1937. Menggunakan sub judul THE DESOLATION OF SMAUG, sudah terbayang bila film ini bakal menjawab rasa penasaranmu mengenai sosok Smaug, sang naga gila harta yang selama ini hanya digambarkan dari mulut ke mulut penghuni Middle Earth.

Melanjutkan cerita pada film pertama, bagian kedua ini mengetengahkan sisa perjalanan Bilbo (Martin Freeman) bersama Thorin dan kurcaci lain menuju gunung sunyithe lonely mountain. Sayangnya kali ini mereka tidak lagi ditemani oleh Gandalf (Ian McKellen) yang memisahkan diri untuk mengunjungi Dol Guldur.

Tanpa Gandalf, perjalanan memang menjadi tak mudah. Bilbo dan teman-temannya harus melawan laba-laba raksasa di hutan Mirkwood, lari dari kejaran gerombolan Orc serta ditangkap oleh bangsa peri. Lalu, menghadapi banyak rintangan.

Kelebihan dari film ini menurut saya selain dari pengembangan ceritanya yang cukup mengejutkan, tapi juga dari segi visual yang sangat bagus. Efek 3D nya pas, cukup mengagetkan di beberapa part tapi tidak berlebihan. Jadi hampir sepanjang film penonton akan dijejali banyak cerita dan aksi-aksi menarik. Tidak akan bosan meskipun terasa lama di bioskop. Dan yang terpenting adalah, film ini mengalami peningkatan dibandingkan film yang pertama. Benar-benar capaian yang luar biasa.

Namun terlepas dari semua kelebihannya, film ini masih menyimpan beberapa kekurangan. Yang pertama, bagi yang sudah membaca bukunya, pasti akan merasa banyak hal yang dipotong dari kisah di bukunya. Ya memang, jika semua cerita di buku dimasukkan beserta pengembangan ceritanya akan memakan waktu lama. Dan part di buku yang di-skip memang part yang membosankan, tapi menurut saya pribadi, itu tidak seharusnya dihilangkan. Bahkan kesannya film ini hanya menonjolkan inovasi yang dilakukan sang sutradara.

Memang ada bagusnya inovasi ini, tapi ada juga yang menurut saya tidak terlalu penting untuk dimasukkan. Sebagai contoh munculnya Legolas sampai akhir film. Padahal itu sama sekali tidak berhubungan dengan bukunya dan terkesan dipaksakan. Mungkin karena Legolas memiliki daya tarik tersendiri dalam film ini yang akan menarik banyak penonton, terutama kaum wanita. Sepertinya unsur komersil yang mendasari hal tersebut.

Tapi The Hobbit, tetaplah The Hobbit. Filmnya selalu keren untuk disaksikan. Paduan cerita klasik milik JRR Tolkien dan inovasi Peter Jackson memang tidak ada duanya. Film ini menjadi penutup tahun yang bagus, selamat menonton! []

Komentar