Berita Featured

Dialog Capres Sebagai Penyampai Gagasan

dialogcapres2

Baliho “Undangan terbuka” yang dipampang di atas Plaza Widya Nusantara

Sore itu, 9 Juni 2014, Plaza Widya Nusantara dipenuhi ratusan mahasiswa ITB. Turunnya hujan yang cukup deras tidak menyurutkan minat para mahasiswa untuk hadir dalam press conference deklarasi undangan terbuka untuk kedua pasang calon pemimpin Indonesia selama 5 tahun ke depan. Acara dibuka dengan permainan biola yang membawakan lagu “Indonesia Pusaka”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan aksi teatrikal dari Studi Teater Mahasiswa (STEMA) ITB yang menambah antusiasme massa kampus. Pada kesempatan tersebut, dalam orasinya, Jeffry Giranza selaku Ketua Kabinet KM-ITB menyampaikan tantangan kepada kedua calon presiden untuk datang ke Sasana Budaya Ganesha, Bandung dan berdialog secara langsung dengan mahasiswa. Press conference deklarasi undangan terbuka ini diadakan untuk memberikan tekanan lebih kepada kedua calon presiden dan menegaskan bahwa memang acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 19-23 Juni 2014 ini merupakan sebuah acara yang patut mereka hadiri.

dialogcapres1

Aksi teatrikal di Plaza Widya Nusantara oleh STEMA ITB. Pemeran berbaju kotak sebagai Jokowi dan Baju putih sebagai Prabowo.

Tujuan diadakannnya dialog dengan kedua pasang calon presiden adalah yang pertama: memberikan pendidikan politik bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Pendidikan politik yang diharapkan diperoleh dari terselenggaranya acara ini adalah mengenal lebih jauh gagasan dari setiap calon presiden yang kelak akan memimpin Indonesia untuk lima tahun kedepan. Tujuan yang kedua, yaitu sebagai media penyampaian gagasan dari mahasiswa untuk kedua pasang capres dan cawapres. Seperti dituturkan jeffry Giranza, Presiden KM ITB 2014/2015, bahwa mahasiswa ITB memiliki beragam gagasan dan dia ingin gagasan-gagasan ini tidak hanya sekedar menjadi pemikiran-pemikiran. Dia ingin memberikan fasilitas untuk mahasiswa agar bisa menyampaikan beragam gagasan tersebut dan ditanggapi secara langsung oleh para calon presiden dan wakil presiden.

Jika dilihat dari tujuannya, yang membedakan dialog capres yang diadakan oleh KM ITB dengan acara-acara debat capres yang diselenggarakan oleh KPU adalah adanya fungsi penyampaian gagasan dari mahasiswa untuk kedua calon presiden. Dalam acara debat capres yang diselenggarakan oleh KPU, komunikasi yang terjadi cenderung bersifat satu arah dengan capres memaparkan gagasan-gagasannya. Sedangkan dalam acara ini, dialog dirancang agar peserta memiliki kesempatan untuk turut serta menyampaikan gagasan yang dimilikinya kepada kedua calon presiden. Dengan menyampaikan gagasannya, peserta memiliki kesempatan untuk turut berperan dalam menentukan kebijakan untuk Indonesia, dengan catatan gagasan yang ada ditanggapi secara serius oleh calon presiden yang ada.

dialogcapres3

Plaza Widya Nusantara dipadati oleh massa kampus, saat Press Conference Undangan Terbuka Dialog Capres ITB

Dialog ini juga merupakan suatu momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasannya pada orang yang kelak akan memimpin Indonesia. Hal ini akan sulit dilakukan ketika salah satu dari calon presiden telah resmi menjadi presiden, mengingat padatnya agenda sebagai seorang RI 1.

Poinnya disini adalah, kesempatan ini merupakan kesempatan emas kita sebagai mahasiswa untuk beradu argumen dan gagasan atas apa yang sudah kita dapat selama ini di kampus dengan para calon pemimpin kita, secara langsung. Kita harus bisa memaksimalkan dan menyikapi hal ini dengan bijak. Buktikan, kalau memang dialog ini pantas untuk disebut sebagai sebuah tantangan,bagi para capres dan cawapres.[]

Komentar