Artikel Featured

OSKM dan OHU: kembali berpisah

Open House Unit, atau yang biasa disingkat OHU. Bertahun-tahun sudah OHU menjadi bagian dari OSKM. Namun, siapa sangka tahun 2015 ini OHU dipisah dengan OSKM? Mengapa dipisah? Apa tujuannya?

Open House Unit, atau yang biasa disingkat OHU. Bertahun-tahun sudah OHU menjadi bagian dari OSKM. Namun, siapa sangka tahun 2015 ini OHU dipisah dengan OSKM? Mengapa dipisah? Apa tujuannya?

Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung atau yang biasa dikenal dengan OSKM ITB, merupakan ajang kaderisasi terbesar di ITB. OSKM dapat dibilang sebagai salah satu acara penyambutan Mahasiswa Baru ITB. Di OSKM inilah, nilai-nilai kemahasiswaan dikenalkan.  Pada tahun 2002, OSKM pertama kali dilegalkan oleh rektorat dengan perubahan beberapa nilai dari OSKM dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2002 juga, OHU pertama kali dibentuk sebagai ajang rekrutmen terbuka bagi Mahasiswa Baru yang ingin bergabung dengan kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus ITB.

“OHU sebetulnya baru bergabung di OSKM tuh sekitar tahun 2007 atau 2008 aku agak lupa. OHU awalnya berjalan sendiri sejak pertama kali dibentuk tahun 2001 yang dikoordinir sama unit-unit. Namun karena satu dan lain hal partisipasi unit pada pengonsepan OHU sangat minim, pada tahun 2007 atau 2008 sehingga OHU terbengkalai. Oleh karena itu kabinet mengambil alih kepengurusan OHU dan memasukan kedalam OSKM karena memiliki waktu yang berdekatan sehingga memudahkan untuk melakukan koordinasi. Jadi awal digabungnya OHU karena alasan tersebut.” Demikian Rizka Risyad atau yang akrab disapa Ipung (Teknik Elektro 2012), Ketua OHU 2014, sampaikan kepada Boulevard.

Pada tahun 2015, OSKM dan OHU kembali disusun seperti sejarah awal berdiri, yaitu dengan kepanitaan terpisah. “OHU dan OSKM dipisah sebenarnya bukan hal yang baru, karena beberapa tahun sebelumnya OHU pernah pisah sama OSKM,” ujar M. Mahardhika Zein (Teknik Sipil 2012) selaku Ketua OSKM ITB 2015, ketika ditanya tanggapannya mengenai sistem kepanitian OSKM dan OHU tahun ini.

Jika ditinjau dari segi esensial OSKM dan OHU, Ketua OHU 2015, Almo Taringan (Desain Produk 2013) menyampaikan bahwa OSKM dan OHU memiliki esensi yang berbeda. “OSKM itu penanaman nilai berkemahasiswaan, kalau OHU itu regenerasi tadi, gimana cara menarik massa yang banyak, supaya orang itu tertarik untuk berkemahasiswaan,” ungkapnya.

Hal serupa juga turut disampaikan oleh Ketua OSKM tahun ini. Menurut Dhika, tatanan esensial dari OSKM dan OHU akan tetap selaras meskipun dalam kepanitiaan yang terpisah. OSKM merupakan impresi nilai-nilai kemahasiswaan dimana identitas kemahasiswaan  dikenalkan, sedangkan OHU adalah ajang revolusi kemahasiswaan, tambahnya.

Namun, ketika ditanya pendapatnya tentang setuju atau tidak OHU dipisah dengan OSKM, Dhika belum bisa menyimpulkan keputusan. “Saya belum bisa ngomong untuk digabung atau dipisah, karena sekarang, belum keliatan nih tujuan OHU dipisah sebenernya untuk apa. Tujuan OHU dipisah kan sebenernya untuk OHU bisa lebih gede kan.”

Berbeda dengan Dhika, Almo selaku Ketua OHU tahun ini sudah bisa menyimpulkan pendapatnya yang setuju jika OHU dan OSKM dipisah. “Setidaknya dari latar belakang esensi itu, berbeda visi, berbeda misi, jadi lebih baik dipisah. Supaya acaranya lebih fokus dan lebih besar,” sahut Almo.

Selain dari segi esensial masing-masing acara, masalah lain muncul ketika OHU digabung dengan OSKM adalah pendanaan dan sumber daya manusia. Almo menyampaikan bahwa dana yang  berasal dari satu pintu menjadikan OHU kekurangan dana karena pembagian dana yang kurang merata. Menurutnya, karena OHU acara yang besar, ketika dana menjadi dua pintu OHU dan OSKM masing-masing bisa mendapatkan dana yang lebih maksimal. “Dana OHU maksimal dan dana OSKM juga maksimal,” sahut Almo.

Bagaimana pandangan massa mengenai kepanitiaan yang terpisah?

Massa kampus, khususnya peserta Diklat Terpusat, memiliki pandangan yang beragam mengenai terpisahnya kedua kepanitiaan ini. Ada yang tak acuh dan merasa hal ini tak begitu penting. “Dari luar ga ada bedanya ngeliat OHU dan OSKM terpisah. Tidak begitu berpengaruh untuk Mahasiswa Baru,” kata Fairus Tsakila (Matematika 2014).

Beberapa mahasiswa lain menyayangkan. “Bagus sih, jadi lebih fokus masing-masing, tapi belum menjawab masalah sumber daya manusianya. Soalnya tetep ada yang daftar OHU dan OSKM. Padahal dua-duanya acara penting dan butuh fokus, jadi ngerasa kurang efektif aja kalau ada yang pilih dua-duanya,” sebut Ella Prastica (Teknik Kimia 2014).

Namun, banyak juga mahasiswa yang mendukung jika OHU dan OSKM berpisah, “Menurut aku, OSKM dan OHU dua hal yang berbeda, dengan OHU dipisah massa unit bisa difasilitasi lebih khusus,” kata Susi Komalsari (Fisika 2014).

OHU dan OSKM dalam masa transisi

Seperti yang telah disampaikan Ipung, OHU dan OSKM tahun ini dipisah merupakan inisiatif dari SC OSKM dan OHU tahun 2014. Setelah melakukan diskusi maka disetujui bahwa OHU dan OSKM akan dipisah dengan salah satu alasan esensial dari masing-masing acara dan di ikuti dengan alasan keuangan, pensuasanaan dan pengolahan sumber daya manusia. Ipung juga turut menambahkan, OHU disarankan untuk dipindah posisinya, semula merupakan agenda dari kemenkoan PSDM menjadi agenda besar dari kemenkoan Dinamisasi Kampus.

Menurut Ipung, tahun ini adalah tahap awal yang cukup menyulitkan untuk kedua belah pihak. Hal ini disebabkan oleh sistem yang telah dirancang dari tahun-tahun sebelumnya, harus dikaji ulang dari awal. Namun, Ia percaya hal ini baik untuk sistem kepanitiaan kedepannya.

Dhika turut menyampaikan pandangan senada, OSKM dan OHU tahun ini sedang berada dalam masa transisi, sehingga perlu membiasakan bagaimana pola kordinasi yang tepat diantara keduanya. Selain itu, menurutnya, pihak Rektorat dan massa kampus masih memandang OSKM dan OHU sebagai acara penyambutan Mahasiswa Baru dalam satu kesatuan. Hal tersebut menjadikan OSKM dan OHU masih perlu melakukan kordinasi secara bersamaan yang belum bisa dipisah.

“Koordinasinya banyak yang harus barengan sebenernya, ga bisa dipisah. Itu sebenernya masih ribet, mulai dari pendanaan, mulai dari sumber daya, mulai dari framing massa kampus dan rektoratnya. Itu yang masih susah,” ungkap Dhika.

Meskipun dalam kepanitiaan terpisah, kedua belah pihak mengaku masih melakukan sinergi. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk Defile OHU di sela-sela acara OSKM ataupun pembagian massa diklat terpusat untuk menjadi panitia OSKM atau OHU. Menurut Almo, dengan kepanitaan terpisah, OHU bisa mendapatkan perhatian massa panitia dari diklat terpusat, siapa yang benar-benar fokus ingin bergabung dengan OHU. Lalu, Dhika juga merasa OHU tahun ini bisa lebih kreatif. Walaupun dilihat dari segi keuangan, total dana untuk OSKM dan OHU akan lebih besar karena keterbatasan dana dari LK.  [YK]

Komentar