Artikel Featured

Kabinet Fokus pada Perbaikan Sistem

Rumit. Kiranya kata itu yang mampu mendeskripsikan proses Pemilu Raya K3M KM-ITB (Pemira) tahun 2015 ini. Sejak dibuka pada akhir Januari lalu, Pemira 2015 berlangsung hingga lima episode.

Rumit. Kiranya kata itu yang mampu mendeskripsikan proses Pemilu Raya K3M KM-ITB (Pemira) tahun 2015 ini. Sejak dibuka pada akhir Januari lalu, Pemira 2015 berlangsung hingga lima episode. Permasalahan yang dihadapi setiap babak Pemira ini tidak jauh berbeda, yaitu mengenai kurang lengkapnya persyaratan administrasi para calon K3M. Akibat peliknya Pemira ini, KM-ITB sempat mengalami kekosongan kekuasaan, sehingga kongres memutuskan untuk memilih Penanggung Jawab Sementara (PJS) K3M. Setelah berjalan kurang lebih empat bulan, Muhammad Pramaditya Garry Hanantyo, Teknik Material 2011, akhirnya terpilih sebagai K3M KM-ITB.

DARI KABINET SERU – PJS – KABINET 2015/2016

Setelah Kabinet Seru turun, Suka Pradita, Teknik Material 2011, terpilih sebagai PJS K3M. PJS memegang kekuasaan kabinet KM-ITB selama kurang lebih dua bulan. Tugas PJS sendiri adalah memastikan fungsi Kabinet KM-ITB tetap berjalan dan sebagai jembatan antara kabinet sebelumnya dengan kabinet selanjutnya. Fungsi KM-ITB yang dijalankan oleh PJS adalah fungsi-fungsi minimalnya saja. Istilahnya seperti pemrograman, “Fungsi PJS itu seperti membuat kodingnya saja, kabinet baru yang akan me-running-nya,” ujar Suka.

Permasalahan yang timbul setelah berakhirnya Kabinet Seru ditanggapi dengan sigap oleh PJS, misalnya mengenai Transnangor yang sempat mandek beberapa saat. Selain itu, PJS juga membuat perencanaan-perencanaan program utama kabinet, contohnya OSKM dan OHU. Kepanitiaan Wisuda Agustus dan beberapa persoalan beasiswa juga telah diinisiasi oleh PJS. Bahkan PJS juga telah mengawali pergerakan KM-ITB dalam BEM SI.

Mei 2015, Garry akhirnya dilantik sebagai K3M KM-ITB. Usai naiknya Garry, program kerja yang telah diusung oleh PJS tetap dilanjutkan. Namun, Kabinet KM-ITB 2015/2016 juga mencetuskan beberapa program kerja baru.

Adapun program kerja baru itu diantaranya adalah organisasi mengalir. Program ini berupa pendokumentasian data KM-ITB, semacam Program Open Data Bandung. Masalah pengarsipan data adalah persoalan yang ingin diselesaikan melalui program ini. Harapan dari adanya program organisasi mengalir adalah data perkembangan KM-ITB  -seperti kegiatan-kegiatan lembaga- dapat terhimpun dengan rapi. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk membantu SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).

Program kerja selanjutnya adalah investment book. Buku ini berisi kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara sinambung oleh lembaga-lembaga di KM-ITB. Detail buku ini memuat deskripsi, sejarah, tujuan, dan segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang dijalankan oleh lembaga di KM-ITB. Tujuan dibuatnya buku ini adalah untuk mengundang investor agar mendonasikan dana untuk kegiatan kemahasiswaan ITB. Dengan begitu, KM-ITB diharapkan dapat mendiri secara finansial dan tidak terlalu bergantung dengan dana dari Lembaga Kemahasiswaan.

Gebrakan baru lainnya adalah Syukuran Wisuda Terpusat. Maksud dari acara ini adalah sebagai ajang silaturahmi antara Pemerintah Kota Bandung, Rektorat ITB, wisudawan, dan masyarakat. Selain sebagai persembahan terakhir untuk para wisudawan, acara ini juga diarahkan untuk menyadarkan bahwa pengabdian mereka telah ditunggu oleh masyarakat.

Leadership summit dan bridging-afirmasi juga menjadi program kerja baru yang dicetuskan oleh Kabinet KM-ITB 2015/2016. Selain itu, Garry juga memaparkan bahwa akan diadakan kelas inspirasi setiap seminggu sekali. “Tidak hanya tentang akademik dan pengalaman alumni, tapi juga mengenai pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan beasiswa,” ujar Garry.

Dari semua program yang akan dijalankan, yang menjadi fokus utama dari kabinet ini adalah perbaikan sistem KM-ITB. Sesuai dengan misinya, Garry mengelompokkan mahasiswa ITB dalam tiga kuadran permasalahan :
Mahasiswa yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya sehingga tidak melakukan pergerakan,
Mahasiswa yang sudah sadar untuk melakukan pergerakan namun belum memiliki media,
Mahasiswa yang memerlukan apresiasi karena sudah berkarya.

Alokasi perbaikan di setiap bidang disesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya pada masalah eksternal. Seperti yang telah kita ketahui, partisipasi KM-ITB dalam BEM SI masih kurang. Maka dari itu, Garry memfokuskan perbaikan pada poin satu yaitu dengan menyadarkan mahasiswa agar turut andil dalam pergerakkan BEM SI.

Lain halnya mengenai kesejahteraan mahasiswa. Pada persoalan ini porsi perbaikan pada poin dua dan tiga lebih besar karena permasalahan poin satu tidak terlalu runyam. Kabinet KM-ITB akan lebih memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk berkarya, misalnya dengan penginformasian lomba-lomba. Untuk poin tiga, kabinet telah membuat metode-metode tertentu untuk mengapresiasi mahasiswa yang telah berkarya. Namun, dalam hal ini, bukan berarti poin satu terabaikan sepenuhnya. Melalui program bridging-afirmasi, kabinet akan menyediakan tutorial untuk para peserta afirmasi sebelum perkuliahan dimulai.

PERIODE PENDEK

Polemik Pemira mengakibatkan periode Kabinet KM-ITB 2015/2016 berlangsung singkat. Namun, kabinet memiliki strategi sendiri agar program kerjanya dapat berjalan sesuai target. Untuk mengefektifkan program kerja, kabinet membuat tiga alur kinerja. Alur pertama berjalan sejak awal kepemimpinan Garry hingga 24 Agustus 2015.

Karena pada alur ini kampus sedang menjalani masa libur semester dan program kerja yang dicetuskan sedang dalam tahap audiensi dengan kongres, kabinet hanya melakukan persiapan. Adapun acara yang sedang disiapkan adalah OSKM, OHU, dan kaderisasi jurusan. Di akhir alur ini, yaitu pada 24 Agustus, akan dilaksanakan acara Agustusan. Acara ini berupa lomba-lomba ringan antar-HMJ.

Alur kedua berlangsung pada 25 Agustus sampai awal November. Pada alur inilah kinerja kabinet akan dioptimalkan. Akan ada dua acara besar, yaitu ITB Scholarship Fair (ISF) dan ITB in Move. Selain itu, Pemira juga akan mulai dilaksanakan pada bulan November.
Di alur yang terakhir, kabinet tidak melaksanakan acara besar lagi, “pada saat itu kan Pemira sudah jalan, jadi tidak etis jika kabinet menyelenggarakan acara yang membutuhkan atensi besar dari massa,” tutur Garry. Pada alur ini kegiatan yang akan dilakukan adalah leadership summit dan kaderisasi anggota kabinet.

MENTERI-MENTERI

Antusiasme mahasiswa dalam kabinet baru ini cukup baik. Beberapa mahasiswa mengusulkan nama-nama untuk diangkat menjadi menteri. Suka juga mengusulkan beberapa menteri PJS-nya untuk dapat dikukuhkan kembali, “Menteri Kesma dan Menteri Advokasi berasal dari kabinet PJS saya dulu,” katanya.

Tidak ada open recruitment dalam pemilihan menteri ini. Pada range 1, Garry menjalankan sistem pemilihan menteri berdasarkan tiga kriteria : kerjasama tim, pemahaman visi, dan kompetensi. Kejasama tim dan pemahaman visi adalah penilaian pertama yang dilihat Garry dari kedekatannya dengan kandidat. “Kita kan mau bekerjasama, ya, jadi yang pertama dilihat adalah kedekatan dulu,” ujarnya. Pada range 2, pemilihan menteri diserahkan pada menko masing-masing bidang, “namun patokannya tetap tiga tadi itu. Kita tidak ada seleksi sebenarnya. Kita berusaha untuk mendatangi sendiri kandidat-kandidat tersebut,” tambah Garry.

Hingga saat ini belum ada publikasi mengenai tanggapan kongres terhadap struktur kabinet bentukan Garry. Tetapi Garry memastikan bahwa tidak ada perubahan struktur, “Kalau kita kembali pada teori organisasi, seharusnya tidak ada perubahan struktur, ya! Karena yang menjalankan kan eksekutifnya,” tuturnya meyakinkan.

KM-ITB DAN BEM SI

Isu-isu nasional yang berkembang di masyarakat menuntut mahasiswa untuk turut bergerak menyelesaikannya. Dalam hal ini KM-ITB tentunya juga akan turun tangan. Rencana besar KM-ITB adalah menyebarkan eskalasi isu-isu nasional di BEM SI. KM-ITB telah menjadi koordinator isu energi sejak Kabinet Seru berlangsung. Kabinet KM-ITB 2015/2016 pun tetap melanjutkan gerakan tersebut. Kabinet baru ini juga bercita-cita agar fokus BEM SI berada di ITB nantinya.

Terlepas dari pergerakan BEM SI, KM-ITB 2015/2016 memiliki rencara lain. Kabinet berniat untuk menginisiasi BEM-BEM di Bandung untuk berkumpul. Selanjutnya, BEM-BEM ini akan diajak untuk melakukan suatu pergerakan yang bersifat karya. [alcaristia]

Komentar