Uncategorized

Sastra: Semalam

Seperti sore hari menyelusuri jalan Braga, yang terlalu cepat berlalu saking teduhnya.
Kalau boleh, Aku ingin bercerita lagi, entah kapan, kepadamu saja.

By: Nadia Maghfira

Sudah lama aku ingin bercerita. Tentang luasnya langit, tentang berisiknya gemerincing bel atau mungkin soal daun-daun berguguran.

Ah, aku terlalu sering mendengarkan! Tempat singgahan orang-orang ketika mereka tak mampu membendung hujan atau juga terlalu senang karena kembang tak lagi layu.

Aku simpan kalimat mereka semua dengan rapih di memoriku. Dengan lugasnya aku membalas senyum dan sedikit pesan. Kupastikan mereka nyaman dan percaya padaku. Cih! Hebatnya, aku seperti berwawasan luas tentang perasaan. Tak jarang aku menasihati soal cinta yang bahkan itu hal gamblang bagi diriku.

Herannya,
Semalam, aku bercerita tentang hatiku yang kelabu. Sudah lama ingin ini, ingin meluapkan air bah yang menggenang cukup lama di dalam. Dengan mudah bibirku bergerak.
Walaupun tidak banyak, namun aku senang setidaknya ada yang mau mendengarkan aku yang biasa mendengar saja. Aku tidak tahu apa yang membuat aku seberani ini. Mungkin karena dia, mungkin tidak akan jika bukan dia.

Seperti sore hari menyelusuri jalan Braga, yang terlalu cepat berlalu saking teduhnya.
Kalau boleh, Aku ingin bercerita lagi, entah kapan, kepadamu saja.

1 Komentar

Komentar