Artikel

TECHNOLOGY BASED BUSINESS: Belajar Kolaborasi dan Startup

“Gua mau menyatukan mereka, karena gua percaya akar inovasi adalah kolaborasi.” – Yansen Kamto, CEO PT Kibar.

“Gua mau menyatukan mereka, karena gua percaya akar inovasi adalah kolaborasi.” – Yansen Kamto, CEO PT Kibar.
image

ITB yang notabene merupakan kampus berbasiskan teknologi kini mencoba hal baru dalam bidang kewirausahaan. Hal ini tercermin dari visi rektor ITB yang baru, yakni menjadikan kampus ITB sebagai enterpreneurial university. Yang dimaksud dengan enterpreneurial university adalah perguruan tinggi yang memiliki tiga karakteristik yaitu excellent in teaching, excellent in research, dan excellent in innovation. Dengan tiga karakteristik tersebut, ITB tidak hanya menjadi tempat belajar-mengajar dan penelitian tetapi juga menjadi tempat berinovasi dan berwirausaha “Penelitian tidak berakhir di publikasi, tapi diharapkan sebagian dari penelitian itu dipakai untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat, baik secara ekonomi maupun non-ekonomi,” tutur Kadarsah Suryadi, Rektor ITB.
ITB menginginkan munculnya produk baru yang inovatif dari setiap fakultas atau sekolah sehingga produk baru tersebut diharapkan bisa memperoleh hak paten dan dapat berkontribusi dalam dunia industri nantinya. Harapannya, ketiga visi di atas bukan hanya dilakukan oleh dosen sebagai pengajar ataupun pendidik, melainkan dapat ditularkan kepada mahasiswa sebagai empunya kampus ini. Dengan adanya kerja sama yang terjalin antara dosen dan mahasiswa, maka visi kewirausahaan dapat terwujud di kampus teknologi ini.
Tak disangka, visi baru Kadarsah ini mendapat dukungan pula dari luar, salah satunya PT Kibar. PT Kibar Kreasi Indonesia ini memiliki visi untuk mengibarkan kreasi Indonesia. “Satu-satunya jalan agar semua orang bisa makan adalah semua orang bisa bekerja. Semua bisa bekerja kalau cukup lamaran kerja. Cukup lamaran kerja kalau banyak yang mencipkatan lamaran kerja. Jadi, gua harus menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” jelas Yansen Kamto. PT Kibar fokus pada kreativitas anak muda Indonesia dengan memberikan pembekalan startup bisnis. Dengan visi yang sama, PT Kibar Kreasi berinisiatif untuk menggandeng ITB dengan membuka mata kuliah Technology Based Business (TBB). SBM ITB memberikan sarana bagi para mahasiswa yang tertarik terhadap dunia kewirausahaan melalui kehadiran PT Kibar Kreasi Indonesia yakni dalam bentuk konkretnya melalui mata kuliah Technology Based Business.
Yansen percaya ITB merupakan gudangnya orang-orang pintar dan hebat, tetapi kadang jalur mereka banyak yang salah. “ITB itu banyak menciptakan tukang. Tukang itu sama dengan babu,” kata Yansen. Beliau bercerita, banyak anak pintar tapi mereka akhirnya menjadi budak kapitalis, bekerja di perusahaan yang mengeksploitasi bangsa kita sendiri. Akan tetapi, Yansen yakin bahwa ITB adalah pilihan yang tepat untuk mendidik bibit-bibit wirausaha, dimulai dengan membenarkan pola pikir mereka, lewat mata kuliah TBB.
Technology Based Business (MK3011) merupakan mata kuliah yang terbuka umum untuk semua jurusan di ITB dengan nilai 3 SKS. Namun, untuk jadi peserta mata kuliah ini bukan hal yang mudah karena mahasiswa harus mengikuti beberapa tahap sebelum mendaftar pada sistem OL akademik. Sistem pendaftaraan kuliah ini, pertama harus mengisi google docs yang menyangkut identitas diri, visi, ide inovasi dalam kewirausahaan, dan informasi lainnya. Mahasiswa yang telah mengisi google docs akan dipanggil untuk melakukan wawancara. Jika lolos, mahasiswa selanjutnya akan mengikuti boot camp. Di boot camp ini, mahasiswa akan dikenalkan dengan sistem pengajaran mata kuliah TBB. Jika ekspektasi mahasiswa terhadap mata kuliah ini tidak tercapai, maka mahasiswa bisa mengundurkan diri, sedangkan bagi mereka yang sudah cocok dengan mata kuliah ini bisa mendaftar di OL akademik ITB.
Materi startup bisnis dikemas dengan rapi dalam enam belas pertemuan. Fokus dari TBB adalah membangun digital startup. Di akhir perkuliahan, peserta kuliah dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta mempresentasikan produk berbasis technopreneur pada masing-masing kelompok dan dinilai praktisi-praktisi industri. Maka dari itu, startup dimulai dengan mendefinisikan masalah. Ketika brainstorming ide startup, kita dituntut untuk mencari ide yang memecahkan masalah, bukan ide yang sekedar bagus atau menarik. Selanjutnya, market validation dan market adoption, yaitu menganalisis pasar dan konsumen. Kemudian, membuat prototype dan terakhir publikasi.
Mata kuliah ini dibuka untuk mewujudkan visi kewirausahaan, oleh karena itu pada TBB ini diperlukan adanya kerja sama dengan pihak luar, yakni industri. Dosen-dosen yang mengampu mata kuliah ini juga merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya, tak jarang pula dihadirkan dosen tamu. Capaian dari kuliah TBB ini diharapkan mahasiswa dapat membangun bisnis mereka sendiri nantinya, oleh karena itu tugas yang diberikan pada kuliah ini pun tak jauh-jauh dari dunia bisnis. Sebagai contoh, Goodshare adalah salah satu hasil dari kuliah TBB ini, karya Abdullah Fikri Ismanto, F.X. Christian Gunardi, dan Fira Karinsha. Goodshare merupakan sebuah forum dimana kita bisa melakukan pinjam meminjam barang di dunia maya.
Salah satu peserta kuliah TBB angkatan 1, Fadhila Hasna Athaya (MB 12) atau yang akrab disapa Dhila, bercerita bahwa dia banyak mendapat pengetahuan dari sisi presentasi karena seringnya presentasi. Setiap kelompok diharapkan terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai fakultas. Mata kuliah ini dibuka untuk umum memang untuk mengkolaborasikan ide-ide. “Buat bikin semua bisnis harus ngeliat dari semua sudut pandang, kalau dari anak SBM semua bakal homogen,” tutur Dhila. Yansen pun sangat mendorong kolaborasi dari semua jurusan di ITB. “Gua mau menyatukan mereka, karena gua percaya akar inovasi adalah kolaborasi.”
TBB angkatan 1 sudah berjalan cukup baik. Dhila sendiri memberi saran, untuk bergabung dalam kuliah ini diharapkan memiliki passion terhadap dunia kewirausahaan, bukan hanya semata ingin mencoba hal baru saja. “Dengan startup, kita jadi banyak mendengarkan, jadi orang fleksibel. Kita juga bisa mulai kerja berlayer, bukan jobdesc oriented, saling tutup kerjaan temen kelompok.” kata Dhila. Boot camp untuk angkatan 2 sendiri akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus. Berminat untuk memulai startup? Berminat berkolaborasi dengan jurusan lain? Yuk ikutan kuliah Technology Based Business! [BMR & MVS]

Komentar