Artikel Featured

Laporan Hearing Calon K3M ITB Zona Tenggara

PEMILU RAYA (PEMIRA) KM-ITB telah memasuki masa kampanye sejak 13 November 2015. Masa kampanye ini akan berlansung hingga 27 November 2015. Inilah laporan hearing pertama zona Tenggara.

Laporan Hearing Calon K3M ITB Zona Tenggara – Jumat, 13 November 2015
Oleh: Yola Kamalita dan Nida

Selamat Malam, Massa Kampus!

PEMILU RAYA (PEMIRA) KM-ITB telah memasuki masa kampanye sejak 13 November 2015. Masa kampanye ini akan berlansung hingga 27 November 2015. Pada hearing perdana di zona tenggara, hearing sempat ditunda karena kondisi yang tidak kuorum dari setiap himpunan yang wajib hadir. Meskipun demikian, hearing pun akhirnya dimulai dengan dengan jumlah orang seadanya. Akibatnya, kedua calon dikenakan poin pelanggaran karena tidak bisa mendatangkan massa himpunan dengan jumlah minimal yang telah ditetapkan.

Calon nomor urut satu, Angga Fauzan memaparkan visinya yaitu Satu KM-ITB yang Sinergis dan Bersemangat dalam Berkarya untuk Menginspirasi Indonesia. “Agar kampus ini menjadi tempat pendidikan intelektual berkarakter dengan bersatu, berkarya dan menginspirasi yang nantinya tak hanya berbicara mengenai dirinya maupun lingkungannya, namun juga bagaimana menjadi pemersatu bagi bangsanya,“ ucap Angga. Misi yang dibawa mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) 2012 ini adalah meningkatkan semangat satu KM-ITB; merangkai sinergisasi yang efektif dan efisien antar elemen internal dan eksternal KM-ITB dengan mengoptimalkan peran dan fungsi tiap elemen; serta menciptakan atmosfer yang kondusif dalam berkarya untuk menginspirasi Indonesia. Adapun lima program kerja unggulan yang dipaparkannya adalah Ganesha Merangkai Titik Temu, Ngobrolin Indonesia, ITB Global Fair, ITB Scholarship Fair dan Ruang Inspirasi

Angga memberikan impresi bahwa dalam setiap detik muncul permasalahan di Indonesia. Lalu, dia melemparkan pertanyaan retoris apakah mahasiswa ITB menjadi bagian solutif dari permasalahan tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa mahasiswa ITB memiliki empat peran yaitu sebagai manusia, sebagai rakyat Indonesia, sebagai mahasiswa perguruan tinggi dan mahasiswa di kampus terbaik di Indonesia. Pembentukan intelektual berkarakter untuk mahasiswa ITB adalah salah satu harapan Angga, supaya mahasiswa ITB bisa menghasilkan karya sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk menginspirasi Indonesia.

Calon nomor urut dua, Muhamammad Mahardhika Zein, memaparkan visinya yaitu KM-ITB sebagai Simpul Aksi untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa. “Pada akhirnya, saya memimpikan KM-ITB yang terdidik secara menyeluruh, untuk bisa melakukan pergerakan bersama, terbang lebih jauh lagi, membawa perubahan nyata dan manfaat yang besar bagi nusa dan bangsa,“ ujar Dhika. Beberapa misi yang dibawanya adalah mendorong pengembangan karakter mahasiswa sebagai pelopor pergerakan; mewujudkan sinergisasi dan kolaborasi antar elemen KM-ITB; aktualisasi potensi dan karya KM-ITB untuk meningkatkan daya saing bangsa; dan proaktif dalam memperjuangkan aspirasi KM-ITB dalam mengawal pembangunan bangsa. Ada lima program kerja unggulan juga yang diutarakannya yaitu Gerigi ( Gerakan Sinergisasi ITB ), Sekolah Soekarno Muda, Soher (Sore Bersama), GIGs (Gebyar Ide Ganesha), dan Satria Ganesha.

Mahasiswa Teknik Sipil (SI’12) ini merasakan bahwa proses selama di kampus adalah proses yang menjadikan diri sebagai seorang karakter yang memiliki “nilai”. “Nilai” ini bisa terus didapatkan dari pengalaman emosional dalam berkegiatan dan berkontribusi di kampus ITB ini. Menurutnya, KM-ITB memiliki potensi yang sangat besar, dimana KM-ITB memiliki elemen-elemen yang beragam. KM-ITB bisa menjadi tempat agar para anggotanya mendapatan pengalaman emosional sebanyak-banyaknya. Dhika berharap setelah anggota-anggota KM ITB lulus, mereka telah mempunyai “nilai” untuk bisa berkontribusi bagi orang lain. Selain itu, Dhika mengibaratkan kabinet seperti bandara internasional (Soekarno-Hatta) sedangkan himpunan dan unit sebagai bandara-bandara kecil. Disini peran kabinet adalah sebagai koordinator pergerakan untuk bisa “terbang” lebih jauh lagi.

Komentar