Artikel Featured

Aero Expo: Sebarkan Semangat Kedirgantaraan

“Kami di sini mau mengambil peran untuk menyebarkan semangat penerbangan.”KMPN menghadirkan Aero Expo untuk mengembalikan motivasi mendorong Indonesia kembali pada kejayaan dirgantaranya.

Oleh: Rizki Nur Fitriansyah dan Sitti M. Khairina

[URIS id=1140] Hari Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa Penerbangan. Salah satu acara terbesar dari Keluarga Mahasiswa Penerbangan (KMPN) ITB diselenggarakan yaitu Aero Expo. Arief Fadilla (AE’11), ketua penyelenggara acara, mengatakan bahwa Aero Expo ITB tahun ini mengusung tema spirif of aviation. “Penerbangan Indonesia di tahun 2015 itu lagi aktif-aktifnya. Sedang banyak isu. Misalnya, Opensky dan penerbangan perdana N219. Kami di sini mau mengambil peran untuk menyebarkan semangat penerbangan,” ujar Arief ketika ditanya mengapa Aero Expo baru diadakan lagi di tahun ini.
Acara ini terdiri atas beberapa rangkaian acara, yaitu seminar kedirgantaraan, pameran atau exhibition, paper competition, dan acara internal gala dinner untuk alumni penerbangan ITB.

Seminar kedirgantaraan dilaksanakan pada hari Sabtu di Aula Barat ITB mulai jam 08.00. Seminar ini menarik perhatian banyak mahasiswa penerbangan karena diundangnya panelis-panelis dari dunia kedirgantaraan seperti Ir. Agung Nugroho (Direktur Utama PT RAI), Dr. Ir. Budi Santoso (Direktur Utama PT DI), Mars. (Purn) Chappy Haki (Chairman dari CSE Aviation), Widianto Wiratmoko (VP Strategy, Network, dan Regulatory Affairs, PT Citilink Indonesia), dan Dr. New In Hartaty Manullang (Direktur Service Development AIRNAV). Para panelis memaparkan tema sinergisasi industri penerbangan dalam negeri untuk kebangkitan kedirgantaraan Indonesia pada sesi satu dan kesiapan operasional penerbangan Indonesia dalam rangka menyambut Opensky pada sesi dua. Kedua sesi diharapkan mampu menjawab tantangan penerbangan Indonesia di masa depan.

Pameran kedirgantaraan diselenggarakan bersamaan dengan seminar. Tak hanya massa KMPN dan FTMD, booth pada pameran ini pun mampu membius perhatian massa kampus karena dipamerkannya model-model pesawat terbang, pesawat tempur, dan aircam. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah booth dari SAAB. Indonesia akan segera membeli pesawat tempur dari perusahaan pertahahan dan keamanan ini. Selain itu, terdapat juga booth simulasi menerbangkan pesawat untuk berbagai jenis pesawat.

Ternyata, memang benar apa yang dikatakan Arief bahwa kedirgantaraan Indonesia sedang aktif-aktifnya di tahun ini. Hal tersebut dapat terbukti apabila kita datang ke pameran ini. Bahkan, model pesawat terbang yang akan segera diterbangkan pada bulan Mei 2016 yaitu N219 pun dipamerkan pada booth Lapan. Lapan merupakan lembaga yang fokus di bidang pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa.

Penutupan acara dilaksanakan pukul 19.00 di Lapangan Cinta ITB. Acara utamanya adalah pengumuman pemenang paper competition. Suasana tegang mulai mengiringi para peserta lomba. Akhirnya, tim dari Universitas Indonesia yang mengangkat tema desain kursi pesawat berhasil memenangkan lomba ini. Suasana penutupan pun semakin ramai ketika OSD Tambang mengambil alih panggung. Selain itu, yang tak kalah ditunggu-tunggu adalah penampilan special dari D’Cinnamons. Gerimis yang mengguyur tak melunturkan semangat para penikmat music D’Cinnamons, tetapi malah membuat penonton semakin terhanyut ke dalam alunan musik.

Ketika ditanya harapan dari terlaksananya Aero Expo, Arief mengatakan, “Harapan saya, acara ini dapat meningkatkan semangat kedirgantaraan khususnya untuk para mahasiswa penerbangan. Semoga kita bisa lebih berinovasi lagi sehingga bisa mengurangi impor pesawat.”

Komentar