Artikel

SmokeCCTV : Melindungi Perokok Pasif, Menghukum Para Pelanggar

SmokeCCTV. Idenya sederhana, sebuah sistem perangkat yang akan otomatis menangkap wajah pelaku perokok di KTR, lalu mengunggahnya melalui media sosial tertentu. Inilah ide perangkat pemenang GP3.

Oleh : Muhammad Reza Irvanda 13512042

Merokok di fasilitas umum sudah dilarang. Hal ini tidak menyebabkan beberapa perokok “tunduk” dan berhenti merokok di tempat umum12. Yang menjadi korban, lagi-lagi golongan tak merokok yang ikut menikmati asap rokok, alias perokok pasif.

Salah satu masalah yang dirasakan oleh para perokok pasif adalah keengganan dalam menegur para perokok yang merokok di kawasan tanpa rokok (KTR). Asap rokok yang dihasilkan bukan saja menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga sudah melanggar peraturan yang ada. Keengganan ini bisa disebabkan beberapa hal: tidak enakan, takut, dsb. Pertanyaan yang muncul sederhana, dengan kondisi seperti ini, bagaimana cara mendisiplinkan para perokok yang masih merokok di KTR?

Berbagai macam solusi sudah coba diterapkan. Salah satunya, adalah dengan memberikan tugas khusus kepada sekelompok orang dalam mengawasi pelanggaran yang terjadi. Sekelompok orang ini berwenang untuk menegur atau “mengurus” para pelanggar. Sayangnya, hal ini tidak selalu berhasil. Salah satu kasus misalnya, di daerah Badung3, ketika ada inspeksi pada KTR, ditemukan puntung rokok, namun tidak dengan para perokoknya. Entah bagaimana caranya, para perokok ini mampu lolos dari inspeksi dari petugas khusus ini.

Melihat masalah seperti ini, muncul ide untuk membuat alat bernama SmokeCCTV. Idenya sederhana, sebuah sistem perangkat yang akan otomatis menangkap wajah pelaku perokok di KTR, lalu mengunggahnya melalui media sosial tertentu.

Secara ringkas, SmokeCCTV bekerja dengan menggunakan beberapa sensor untuk mendeteksi adanya asap rokok, lalu memberikan perintah untuk mengambil foto wajah yang berdekatan dengan lokasi asap rokok tersebut terdeteksi. Foto ini akan secara otomatis terunggah ke sebuah media sosial sehingga wajah para pelanggar akan tersebar dan memberikan hukuman tersendiri pada para pelanggar 4. Dengan sistem ini, celah perokok aktif untuk tetap merokok di KTR akan hilang.

pic1

Gambar 1. Arsitektur Smoke CCTV

Saat ini, sistem ini masih dalam tahap pengembangan. Untuk video demo hasil saat ini, bisa diakses pada video youtube5.

Harapan dari dibuatnya alat ini sederhana : melindungi perokok pasif, menghukum para pelanggar. Jangan lagi perokok pasif yang kerepotan untuk melindungi diri mereka. Biarlah para pelanggar yang sibuk mendisiplinkan diri mereka sendiri.

Disclaimer :

Terima kasih untuk rekan saya, Muhammad Yafi (13512014) yang juga terjun aktif dalam menganalisis dan mengembangkan alat ini.

1 Apa Kabar Denda dan Sanksi Bagi Perokok di Tempat Umum (http://news.detik.com/berita/2509821/apa-kabar-denda-dan-sanksi-bagi-perokok-di-tempat-umum)
2Aturan Kawasan Tanpa Rokok di Tempat Umum Masih Jadi Angin Lalu (http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/06/1610028/Aturan.Kawasan.Tanpa.Rokok.di.Tempat. Umum.Masih.Jadi.Angin.Lalu)
3Pelanggaran Perda KTR Marak di Puspem Badung, DenPost, 26 Mei 2015
(http://denpostnews.com/2015/05/26/pelanggaran-perda-ktr-marak-di-puspem-badung/)
4Rahma Zouchy. 2013. Kekuatan Media Sosial dalam Perubahan Masyarakat
5IF Race Embedded Dev – Smoke CCTV (https://www.youtube.com/watch?v=-JghDctdUTA)

Komentar