Berita Featured

Kembangkan Diri Songsong Masa Depan -StudentsxCEOs Summit 2016-

228900

Mempertemukan pemuda-pemudi dengan pelaku bisnis kawakan, demikianlah tujuan dari StudentsxCEOs. Inisiatif sosial yang sudah mempunyai cabang di beberapa kota besar di Indonesia ini rutin mempertemukan pelajar dengan sederet nama bergelar CEO (Chief Executive Officer) dalam sesi pemberian inspirasi, motivasi, serta saran pengembangan diri. Setiap tahun, StudentsxCEOs juga mengadakan Summit yang merupakan acara bernafaskan sama namun berskala nasional. Summit kelima pada 14 Mei 2016 lalu bertempat di Hotel Promenade Bandung, mengambil tema ‘Seizing Indonesia’s Opportunity Towards Global Economic Challenge’.

Selama setengah hari, peserta diberikan berbagai materi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan pribadi yang lebih baik di masa depan, mencakup cara membawa diri, mengatur keuangan, memulai bisnis, mengembangkan bisnis dan menawarkan konsep bisnis yang dimiliki pada investor. Para pemateri adalah praktisi berpengalaman yang tak hanya menguasai teori namun telah punya pijakan kokoh di bidangnya, mulai dari perintis usaha, dosen, anggota senior Venture Capitalist, hingga ahli pengelola kekayaan dari bank multinasional.

Delfta dari STP Bandung yang datang ke acara ini bersama temannya Fanny dari STBA Yappari-ABA menyatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat karena menginformasikan apa saja yang perlu dipersiapkan pelajar yang hendak merintis bisnis sendiri. “Saya dapat informasinya dari Instagram dan studentjob.co.id,” jelasnya. Menurut keduanya, materi paling menarik adalah materi perencanaan keuangan yang dibawakan oleh M Rimba Putra, manajer Retail Banking and Wealth Banking HSBC.

Namun, acara paling ditunggu tentu adalah Grand Talkshow yang dimulai usai coffee break. Sesi bincang-bincang bertajuk sama dengan tema acara ini menghadirkan nama-nama besar, yaitu Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung, bupati Trenggalek Emil Dardak, pendiri dan CEO GeekHunter Ken Ratri Iswari, CEO Veritrans Ryu Kawano, serta perwakilan dari Bursa Efek Indonesia. Hanya saja, ternyata Ridwan Kamil dan Ryu Kawano berhalangan hadir sehingga digantikan oleh perwakilan instansi yang bersangkutan. Namun demikian, acara yang dipandu MC dari Kompas Jabar ini tetap berlangsung seru.

Emil Dardak berulangkali menekankan bahwa masalah pemuda saat ini adalah persaingan yang sangat ketat. Namun, potensi Indonesia sebenarnya sangat besar. Menurutnya juga, pemuda harus mau masuk ke bidang sains teknologi karena kesempatan di bidang pertanian sudah mulai menurun jika bersikeras dengan cara lama. Ia menginginkan perubahan agar Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang mau bekerja keras dan punya keterampilan modern.

Hal tersebut diamini oleh Ken Ratri. Ia menyayangkan bahwa ada kecenderungan untuk mengambil tenaga kerja dari luar padahal sebenarnya Indonesia punya cukup potensi. Inilah sebabnya dia sangat menekankan bahwa anak muda harus kenal dirinya sendiri, dan aktif mengembangkan diri. Sebagai CEO dari perusahaan yang menangani suplai tenaga kerja di bidang teknologi, dia menyayangkan bahwa anak muda yang cerdas dan berbakat banyak yang lebih senang keluar negeri. Menanggapi pertanyaan soal rasa rendah diri dan tawaran menggiurkan yang seringkali datang dari luar negeri, para narasumber serempak memberi jawaban bahwa uang bukan segalanya. Mereka lalu bergiliran bercerita tentang orang-orang yang kembali pulang untuk tanah air, meninggalkan kepastian masa depan yang lebih gemilang karena ada dorongan untuk berbakti. “Tidak melulu uang, tapi juga kebangsaan. Ini terlihat menurun di kalangan anak muda.”

Pemerintah kota Bandung menekankan bahwa Bandung memang memiliki sumber daya manusia yang lebih ketimbang sumber daya alam, dan menunjukkan bahwa pemerintah kian berbenah diri seiring waktu. Anak muda yang potensial akan disambut sebagai PNS, dan saat ini pemerintah ingin membersihkan stigma buruk PNS malas dan makan gaji buta yang terlanjur beredar di masyarakat. Pembicara dari Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa Indonesia harus berhenti sekadar jadi konsumen, dan mulai jadi produsen. Memang jumlah penduduk Indonesia dan populasi pemudanya menjadi kekuatan Indonesia saat ini. Data dari Veritrans mendukung bahwa Indonesia tengah menjadi pasar hangat usaha-usaha baru di bidang teknologi, terutama bisnis toko daring (online) yang masih segar.

Bincang-bincang berdurasi satu setengah jam ini seolah memberi afirmasi bagi tujuan StudentsxCEOs. Masa depan Indonesia ada di tangan pemuda, baik mereka yang hendak membuka lapangan pekerjaan atau mereka yang akan bekerja. Para narasumber memuji peserta yang sadar pentingnya membentuk nilai tambah pada diri. “Beruntunglah kalian yang sudah tahu tentang diri sendiri. Banyak yang masih bingung, merasa tersesat karena selama ini hanya mengikuti apa yang disuruh. Mestinya selagi muda, coba segala kesempatan, kenali diri kalian! Pada akhirnya kalian tidak hanya berkompetisi dengan orang lain, namun juga diri kalian sendiri. Kalian harus tahu apa yang kalian inginkan, dan apa yang kalian perlukan untuk mencapai tujuan utama kalian,” pesan Ken Ratri di akhir acara.

Animo peserta yang tinggi terlihat pada waktu istirahat dan penghujung acara. Meski sesi resmi telah dibubarkan, para pelajar tak langsung pulang. Mereka menghampiri pembicara-pembicara di lobi, mengobrol menjalin relasi. Pelajar bertemu pakar, untuk pribadi yang kuat mengakar.

Komentar