Berita

Pameran Ekskursi Bali Arsitektur ITB: Melihat Lebih Dekat Wajah Arsitektur Bali

Acara ekskursi atau kuliah lapangan merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh mahasiswa program studi Arsitektur ITB. Pada tahun ini, Bali dipilih sebagai tujuan destinasi karena dianggap sebagai salah satu pusat arsitektur tradisional di Indonesia. Dalam ekskursi ini, mahasiswa dapat menyaksikan pensuasanaan ruang khas Bali dengan merasakan langsung ruang yang terjadi. Acara Ekskursi Arsitektur ITB 2016 terdiri dari tiga tahap, ekskursi langsung, pameran, dan penyusunan jurnal.

Pada tahapan ekskursi lansung, mahasiswa diajak ke beberapa titik perkembangan arsitektur di Bali dan mendokumentasikan dalam bentuk fotografi maupun sketsa. Ekskursi Arsitektur ITB 2016 diadakan pada tanggal 8-12 Agustus 2016. Sebelum dan sesudah tahapan ini, dilakukan juga proses pendefinisian Arsitektur Tradisional Bali sebagai dasar pemahaman dan pengkajian. Tahap kedua berupa pameran yang diadakan di Galeri Arsitektur Labtek IXB ITB pada 29 Agsutus-1 September 2016. Pameran merupakan salah satu output dari acara ini dengan tujuan mendokumentasikan dan menjadikan sebagai media berbagi cerita Mahasiswa Arsitektur 2014 terkait yang telah didapatkan dari kunjungan ke Bali. Tahap terakhir adalah penyusunan jurnal ekskursi.

Menurut penjelasan M. Ananda Rahmat, AR’14, Ketua Ekskursi Arsitektur 2016, sasaran awal pengunjung pameran adalah masyarakat penghuni Labtek IX B baik mahasiswa maupun dosen. Selain itu, pameran juga ditujukan kepada khalayak umum dari kalangan mahasiswa ITB dan mahasiswa arsitektur kampus-kampus yang ada di Bandung seperti dari Itenas dan Unpar. Pameran Ekskursi Arsitektur 2016 menampilkan foto, sketsa dan instalasi hasil perjalanan yang berkaitan dengan arsitektur Bali.

Beberapa kendala dihadapi dalam persiapan pameran, mulai dari pengonsepan yang spontan hingga beberapa masalah teknis. Selain menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ekskursi ini juga menjadi peluang untuk refreshing dan momen kedekatan mahasiswa Arsitektur ITB angkatan 2014. Meskipun mendapati beberapa kendala, Ananda Rahmat merasa senang karena pameran berhasil berjalan dengan ide-ide kreatif yang spontan. Ananda berharap agar perjalanan tahun ini dapat menjadi bahan rujukan untuk perjalanan ekskursi berikutnya dan menjadi bahan persiapan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.

“Semoga pameran ini bisa jadi pemantik ke depannya, karena ini merupakan pameran pertama dari kegiatan kuliah lapangan Mahasiswa Arsitektur ITB,” ujar Ananda. [Hamdi]

Oleh : Hamdi Alfansuri

Komentar