Berita

MMC/MCF: Menjelajah Matematika Lewat Permodelan

Dengan mengangkat tema mathematics is everywhere, acara ini ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa matematika tidak terbatas pada ruang-ruang kelas dan dunia abstrak semata.

Minggu, 25 September 2016, telah berlangsung acara Mathematical Challenge Festival/Mathematics Modelling Competition (MCF/MMC). Acara ini merupakan hasil kerjasama antara HIMATIKA ITB dengan KK Matematika Industri dan Keuangan FMIPA ITB. Dengan mengangkat tema mathematics is everywhere, acara ini ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa matematika tidak terbatas pada ruang-ruang kelas dan dunia abstrak semata, namun juga dapat menyentuh dan menyelesaikan persoalan-persoalan di kehidupan nyata.
Acara yang berlangsung sejak hari Sabtu ini dibagi menjadi 2 acara besar, yaitu seminar dan pameran model matematika hasil karya mahasiswa dan dosen Matematika ITB. Seminar mengangkat tema mathematics in current industry dan menghadirkan pembicara-pembicara berpengalaman dari bidang matematika terapan. Salah satu pembicara seminarnya adalah Rianto Ahmadi Djojosugito, ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).
Dalam pemaparannya, Rianto mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang sangat kekurangan aktuaris, terutama untuk daerah di luar Jawa. Aktuaris bertugas untuk menguantifikasi risiko yang dihadapi oleh perusahaan, terutama di bidang asuransi. Seiring dengan perkembangan industri asuransi yang semakin pesat, jumlah aktuaris di Indonesia tidak bertambah secara signifikan. Beliau berharap akan munculnya aktuaris-aktuaris baru terutama dari prodi matematika dan juga akan dibentuknya prodi-prodi aktuaria di universitas-universitas Indonesia.
Selain seminar, berbagai model matematika karya mahasiswa dan dosen matematika ITB juga dipamerkan di sini. Beragamnya tema dan topik dan dimodelkan, mulai dari laju difusi obat sampai dengan kuantifikasi kecantikan, menunjukkan bahwa matematika merasuki seluruh sendi kehidupan kita.
Tidak hanya mahasiswa ITB, acara ini juga dikunjungi oleh pengunjung dari seluruh Indonesia. “Untuk target pengunjung, kami sebenarnya mengundang dari seluruh Indonesia, namun mayoritas berasal dari daerah sekitar Bandung,“ ujar Ersa (MA’13) selaku ketua MCF/MMC.
Antusiasme pengunjung untuk melihat acara ini terlihat dari datangnya mahasiswa dari beragam universitas seperti UPI, ITS, dan bahkan dari universitas luar Jawa seperti dari Sulawesi. “Untuk saya sendiri sebagai mahasiswa matematika acara ini sangat memotivasi banget sebenernya matematika itu gak sempit hanya dalam lingkup pendidikan aja, ternyata matematika itu luas dan juga bisa memecahkan kehidupan sehari-hari,” ujar Amalia, mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika UPI.
Ersa berharap bahwa matematika tidak hanya dipandang sebagai ilmu yang teoretis saja, namun juga dapat diterapkan di bidang lain. “Harapannya, orang-orang yang datang ke acara kita tahu kalo matematika bukan cuma rumus-rumus doang, tapi tahu apa sih aplikasinya di dunia industri, ternyata banyak kan,” ujarnya menutup pembicaraan kami. [Ghaffar]

Oleh Muhammad Ghaffar Mukhlis

Komentar