Berita

Seminar GSC 2016 : Strategi Ketahanan Energi Nasional untuk Menjelajahi Masa Depan

Geology Student Competition (GSC) 2016 adalah program terbesar dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi ‘GEA’ ITB yang diselenggarakan setiap dua tahun. Melalui tema “Exploring for The Future”, GEA ingin menyampaikan urgensi eksplorasi energi untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa depan. Rangkaian acara diawali pada Minggu (30 Oktober 2016) dengan agenda pembukaan, dan dilanjutkan di hari berikutnya dengan acara case-study competition, photo contest, paper competition, dan field trip. Rangkaian acara GSC diakhiri dengan seminar yang diadakan pada Sabtu (05/10/16) di Auditorium CC Timur ITB mulai pukul 08.00.

Seminar bertemakan “Strategi Terintegrasi Untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional” ini disesuaikan dengan maraknya isu penurunan harga migas yang berpengaruh pada ketahanan energi nasional.  “Ibaratkan lagi olahraga, misalnya tanding basket atau bola, kalau ingin menang harus punya strategi yang baik, terutama defense. Indonesia sebagai negara yang punya potensi besar harus punya strategi ketahanan energi yang kuat sehingga bisa menang dan menjadi juara di kancah dunia,” pungkas Enrico (GL’13), selaku ketua pelaksana acara GSC 2016.

Nugrahani Pudyo, Kepala Divisi Pengawasan Realisasi Komitmen Rencana Pengembangan  Lapangan SKK Migas, menjadi pembicara pertama dengan membawakan isu ‘Lingkungan Strategis dan Kondisi Geopolitik Kawasan’. “Jangan bergantung pada energi minyak,” ujar Nugrahani. Beliau meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar sehingga energi lain seperti nuklir dan geothermal sangat memungkinkan untuk dikembangkan.

Sesi kedua dipaparkan oleh Ayende Hilman, perwakilan dari Prof. Dr. Ir.  I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, M.Sc. selaku Direktur Jenderal Migas Kementrian ESDM, mengenai lima aspek energi yang ideal, yaitu availability, accessibility, affordability, sustainability, dan simplicity. Untuk mewujudkan kelima aspek tersebut, Ayende percaya bahwa harus ada shifting paradigm, yaitu penggeseran makna energi sebagai komoditas menjadi energi sebagai modal pembangunan, energi mengikuti posisi orang menjadi orang mengikuti posisi energi, dan polusi menjadi clean energy.

Seminar GSC 2016

Pembahasan ‘Eksplorasi untuk Ketahanan Energi’ yang dibawakan oleh Syafrizal Nurdin, Vice President Eksplorasi Pertamina EP, menjadi penutup seminar kali ini. Syafrizal menerangkan tiga strategi baru dalam eksplorasi tersebut, yakni fokus terhadap prospek-prospek besar, akselerasi discovery hingga development, dan bergerak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan diselenggarakannya GSC, Enrico berharap hubungan antar himpunan mahasiswa Teknik Geologi se-Indonesia dapat terjalin lebih baik lagi. Selain itu, masyarakat pun dapat teredukasi dan mengerti tentang Geologi secara umum. Nurul (GL’13) selaku sekretaris GSC juga ikut menambahkan, “Kembali lagi ke tema, Exploring for The Future. Harapan kami sebagai panitia, dengan terselenggaranya GSC ini kita bisa tahu makna exploring for the future. Kita bisa tahu eksplorasi apa yang bisa kita lakukan dan bisa kita cari inovasinya untuk Indonesia.”

Reporter : Dana Annisa dan Sitti M. Khairina

Komentar