Berita

IPEXC ITB 2017 Energy Nite : Bersinergi Mengatasi Krisis Energi Indonesia

Aula Timur ITB diguyur gerimis sejak sabtu sore hingga malam hari (21/01/2017). Nampaknya rintik hujan tak menyurutkan partisipan untuk menghadiri seminar ENERGY NITE yang bertajuk solusi megatasi krisis energi yang melanda Indonesia. Dengan mengusung tema “Collaborate to Prepare and Create Solution in Encountering Indonesian’s Energy Crisis”, acara ini merupakan kolaborasi antara HMTM ‘PATRA’ ITB dengan IATMI SM (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa) ITB. Acara tersebut tersegmentasi menjadi tiga bagian yaitu ENERGY DAY, COMPETITION DAY, dan ditutup dengan ENERGY NITE.

Sehari sebelum seminar IPEXC (Jumat, 20/01/2017), rangkaian acara ini sudah dimulai dengan seminar Energy Day bertempat juga di aula timur.  ENERGY DAY merupakan seminar nasional yang membahas isu-isu energi yang bertemakan “Toward Sustainable Energy Resources in Indonesia : Prospects and Challenge of Unconventional Oil and Gas Development”. Seminar ini dihadiri oleh pembicara-pembicara berkualitas, seperti Prof. Purnomo Yusgiantoro, Sekretaris Jenderal OPEC 2004, dan Dr. Djoko Siswanto, dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Para narasumber dalam seminar menyuguhkan kiat-kiat serta strategi agar Indonesia dapat terus mandiri menghadapi krisis energi yang terus melanda, mulai dari merumuskan energi alternatif terbarukan yang sustaianable hingga menciptakan suatu pola kebijakan moneter yang dapat menstabilkan pasar modal dari turunnya harga minyak dunia.

Sabtu pagi (21/01/2017), ITB dibanjiri partisipan aneka kompetisi yang dilenggarakan oleh acara ini dalam COMPETITION DAY. Kompetisi tersebut antara lain adalah; Paper Competition, Smart Competition, dan Debate Competition yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa program sarjana seluruh Indonesia. Adapun kompetisi lain berupa High School Smart Competition serta High School Speech Competition yang bekerjasama dengan edulab. Kompetisi tersebut diikuti oleh para siswa-siswi SMA dari seluruh Indonesia. Mata acara Debate Competition merupakan mata acara baru yang diselenggarakan tahun ini dengan topik bahasan seputar isu energi teraktual.

Para peserta mengikuti serangkaian acara dengan antusias, disamping itu pihak panitia juga menyediakan akomodasi bagi peserta dari luar kota. Pintu aula timur yang sebenarnya sudah dibuka mulai pukul 18.15 WIB masih nampak sepi hingga pukul 18.30. Praktis acara baru benar benar dimulai pukul 19.15 WIB kendati pihak panitia beserta para protokol sudah siap sejak lama. Mundurnya jadwal acara ini disinyalir karena bertepatan dengan waktu yang menuju malam hari serta hari yang hujan.

Sore harinya, acara ENERGY NITE dimulai. Pada pukul 19.15 acara dibuka oleh MC dengan doa  serta penampilan dari Musang band. Hingga tibalah acara yang ditunggu-tunggu yakni pengumuman juara dari berbagai kompetisi dan penganugerahan hadiah kepada pemenang. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam menu prasmanan dan waktu santai untuk berinteraksi serta berfoto ria.

Indonesia sendiri masih banyak menggunakan migas konvensional, kedepannya akan  banyak mendayagunakan migas non konvensional. “Selama ini kita masih banyak menjadi net importir minyak, diprediksi beberapa tahun ke depan kita akan menjadi net importir gas juga, hal ini tentu sangat berbahaya bagi kelangsungan persediaan energi bangsa ini. Padahal sebenarnya Indonesia sendiri memiliki potensi yang besar untuk memproduksi sendiri migas non konvensional, kendati demikian pengelolaan infrastruktural serta pasokan SDM masih belum optimum sehingga sering putus di tengah jalan” ujar Hanif (TM’14), selaku Ketua Pelaksana ENERGY NITE 2017.

Kedepannya Hanif berharap acara ini dapat semakin di semarakkan hingga level internasional dengan topik kajian yang lebih mendalam serta kedepannya event ini dapat menjadi pemicu kebangkitan kekuatan energi terbarukan di Indonesia, khususnya di sektor migas demi Indonesia yang lebih mandiri dan ramah lingkungan. []

Penulis : Ruhkhis Muhtadin

Reporter : Chika Citra Savira

Komentar