Berita Uncategorized

Telemotion 2017: Penggagas Teknologi Disatukan di Aula ITB, Apa Jadinya?

Reporter: Luciana Rosaria Oktaviana (MB’19) dan Rona Atikah (SF’17)
(Peserta Magang Redaksi Boulevard ITB)

Indonesia terlanjur jauh tertinggal, desas-desusnya mencuat. Ramai teknologi yang seakan tiada. Kontribusi darah muda, darah negeri 100 tahun usia merdeka, apa siratnya? Tanda tanya dijawab saat sekelabut orang bebersih menyiapkan kabel dan perangkat keras beberapa hal. Tirai dibuka dan pertunjukan terbuka. Di atasnya ejanya TELEMOTION 2017.

Beberapa dasawarsa terakhir, dunia sedang sibuk dengan apa-apa yang dijunjung dengan teknologi, pun area telekomunikasi membuncah di bumi pertiwi tersayang. Yang luput dari perhatian massa adalah perkembangan teknologi di Indonesia yang masih disangka—oleh manusia wilayah Barat—belum cukup untuk mengimbangi perkembangan telekomunikasi, walau sudah cukup parameter pribumi untuk menilai bahwa nusantara sudah khilaf dari sikap pembungkaman para pembuka inspirasi. Berangkat dari titik inilah tema “Mewujudkan Telekomunikasi Indonesia yang Mandiri” diangkat pada Telemotion tahun ini.

Telemotion adalah wadah aktualisasi periodik apapun yang berbau telekomunikasi oleh mahasiswa Teknik Telekomunikasi ITB sejak 2015. Dengan tagline “Connecting Ideas for Indonesia”, acara yang telah dipersiapkan selama satu tahun ini hadir menggarap ketertinggalan negeri  dengan mengajak penumpah kreativitas yang nasionalis ini maupun siapa-siapa yang ingin berkembang dengan bermodalkan gagasan. Yang belum mendapat modal ini bebas mendatangi stand pameran teknologi tepat sebelum seminar dimulai, begitupun yang sudah. Aplikasi apa yang selama ini ditekuni mahasiswa ITB dibongkar di salah satu sesi besarnya, Expo & Start Up Fair, dan ini hanya satu fragmen dari fragmen lain yang berusaha dibangun sebagai kontribusi ITB demi bangsa, seperti jargonnya yang diulang-ulang.

Jika pada 2016 acara ini dipecah menjadi dua rangkai kegiatan—IT Innovation Chalenge yang berisi lomba dan Telemotion 2016 yang berisi seminar serta workshop—tahun ini pecahannya terfokus menjadi satu acara megah bertajuk persis, Telemotion 2017. Kini, acara andalan Ikatan Mahasiswa Telekomunikasi ITB ini terdiri dari beberapa kegiatan pre event dan main event. Pada 21 Mei 2017 lalu, rangkaian besar ini dibuka dengan dua kegiatan pre event berupa lomba untuk siswa SMA serta Huawei Techday. Berlalunya lomba ini membuktikan bahwa remaja putih abu bahkan seolah selangkah lagi menuju status pemroduksi new tech era di Indonesia dalam olimpiade rekayasa telekomunikasi dan lomba essay. Dan dengan hadirnya Huawei Techday, sekali lagi, mahasiswa ITB mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi diri dengan adanya pendaftaran internship, perekrutan karyawan, serta kursi seminar.

Selebrasi main event Telemotion 2017 berputar di area Expo & Start Up Fair, seleksi final peserta Innovation Challenge, serta Grand Seminar pada 14 dan 15 Oktober lalu. Expo & Startup Fair dan Grand Seminar ini dibuka untuk masyarakat luas sedangkan seleksi final 14 Oktober 2017 diperuntukkan bagi peserta Innovation Challenge berupa presentasi oleh pesertanya—mahasiswa maupun masyarakat umum—yang sebelumnya telah mendaftarkan ide mereka sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2017 lalu. Tidak melupakan para pendahulu, panggung Temu Alumni juga digalakan 19 November mendatang sebagai rangkaian acara Telemotion 2017.

Expo & Start Up Fair yang mengambil tempat di Aula Timur ITB ini membuka mata para pengunjung dengan berdirinya deret stand pameran karya oleh finalis lomba Innovation Challenge, mahasiswa Prodi Teknik Telekomunikasi dan Informatika, beberapa start up, Incubator IT, UKM URO, serta beberapa sponsor. Di sinilah jendela para civitas akademika ITB dalam memubilkasikan teknologinya yang entah mengapa gemanya redam di masyarakat. Di sini, pengunjung tidak tinggal diam menonton bermacam aplikasi terbarukan melainkan juga berhak menyumbang suara dalam menentukan juara favorit lomba Innovation Challenge. Free-entry exhibition dan free-ice cream untuk tiap-tiap yang hadir menjadikan sesi ini sangat mendesak untuk diikuti khalayak.

Dari sebuncah acara kreativitas mahasiswa ini, Grand Seminar merupakan salah satu inti yang diagungkan. Dengan disuguhkannya sesi ini, sesaat setelah 09.00 WIB Minggu aplikasi telekomunikasi dipamerkan, metode pengembang aplikasi ini digilirkan siang itu juga. Ruang ini, Aula Barat ITB, ditujukan bagi siapapun yang peduli akan bangsanya agar penyampaian materinya mencakup segala sudut temanya, Strategi utama Memajukan Telekomunikasi Indonesia.  Tema yang menggugah nuansa nasionalisme ini membuat Telemotion menghadirkan pembicara yang ahli seperti Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Bapak Dr. Ir. Ismail, MT, Direktur Digital and Strategic Portofolio PT Telekomunikasi Indonesia, Bapak Ir. David Bangun, M. Eng, IPM, serta CEO PT Nusantara Compnet Integrator, Ir. Irawan Purwono.

Telemotion 2017 merepresentasikan tidak hanya peran generasi muda dalam berkarya, namun juga segala yang dibalik itu. Sebuah bangsa tidak hanya terdiri dari yang belum berkepala 3 saja, melainkan generasi pendidik generasi muda ini juga ikut bagian. Maka, menginspirasi generasi manapun dengan pameran teknologi dan mengintip apa-apa saja yang menjadi strategi dibalik kesuksesan telekomunikasi merupakan tanda-tanda golongan orang Indonesia ambil bagian di bidang telekomunikasi nanti, harapannya.

“Harapan kami, Telemotion 2017 ini dapat membuka wawasan masyarakat luas tentang dunia telekomunikasi. Masyarakat, khususnya peserta lomba, diharapkan dapat berinovasi, membuat sesuatu, serta berkarya untuk memajukan bidang telekomunikasi di Indonesia. Peserta juga diharap tidak menghentikan perjuangan mereka sampai di tahap lomba saja, tetapi juga dapat terus mengembangkan inovasi mereka.”, tutup Cahyo (Teknik Telekomunikasi 2014) selaku ketua panitia Telemotion 2017. []

Komentar