Berita

Salah Data, Pemungutan Suara Diperpanjang

Perhitungan suara yang seharusnya dilaksanakan pada Jumat (8/12) ditunda sampai hari Senin, 11 Desember 2017. Berdasarkan pemaparan dari Ketua Kongres KM ITB, Andi Setianegara (MG’14), perhitungan suara ditunda karena harus dilakukannya validasi Data Pemilih Tetap (DPT). Masalah yang ditemui adalah tidak sesuainya DPT yang tercatat pada data Panitia Pelaksana (Panpel) Pemira dengan kondisi sesungguhnya. Hal ini menyebabkan beberapa calon pemilih tidak dapat memilih karena tidak terdapat di dalam DPT. Bahkan, beberapa alumni yang dinyatakan sudah lulus masih tercantum pada DPT. Keputusan ini dibuat oleh Kongres setelah dilakukan perundingan antara Kongres dan Panpel di hari Jumat dari pukul 19.30 hingga 20.30.

Kronologi Penundaan
Di hari ketiga pemungutan suara, Panpel Pemira menerima laporan dari kampus Jatinangor bahwa beberapa mahasiswa Teknik Bioenergi tidak tercantum dalam DPT sehingga proses pemilihan tidak dapat dilakukan. Namun akhirnya, setelah dilakukan beberapa perbaikan, permasalahan tersebut pun dapat teratasi. Di hari terakhir PPS yang merupakan hari penghitungan suara, laporan tersebut pun kembali diterima oleh Panpel. Dua mahasiswa masing-masing dari program studi Meteorologi dan Teknik Perminyakan mengaku tidak dapat memperoleh hak suaranya. Alhasil, perlu dilakukan perpanjangan pemungutan suara. “Kita pengennya orang-orang yang harusnya mendapat hak suara, bisa menyampaikan suaranya,” ujar Abiliansyah (TM’15) selaku Ketua Panpel Pemira

Usut punya usut, pencatatan DPT kali ini berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu data diambil dari Annex dan divalidasi kembali oleh panpel, tahun ini data langsung diambil dari Tata Usaha (TU) Program Studi (Prodi) tanpa divalidasi. Maka dari itu, para senator saat ini pun dimintai data riil mahasiswa dari masing-masing jurusannya sebagai bahan pembanding data yang tercatat oleh panpel.

Penundaan ini bisa jadi merupakan kesempatan untuk menarik partisipasi massa. Layaknya daftar tamu pesta, tidak tercatatnya nama seseorang dalam buku undangan merupakan hal yang disayangkan. Kelihatannya acara utama dari pesta masih harus menunggu.
Penulis: Teo Wijayarto (STI’15), Rahma Rizky (EB’16)
Reporter: Rahma Rizky (EB’16)

Komentar