Berita

EUREKA! 2018 : Innovation for a Better Nation

Dokumentasi Boulevard

EUREKA! ITB 2018 adalah sebuah ajang kompetisi RBL (Research Based Learning) bertaraf nasional yang diselenggarakan untuk seluruh siswa SMA/MA dan mahasiswa. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI ITB) ini merupakan sebuah kompetisi penciptaan karya sederhana melalui kegiatan RBL yang didasari atas karsa dan nalar dengan memanfaatkan konsep-konsep fisika untuk menjawab berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan isu terkini. EUREKA! 2018 yang mengangkat tema “Fisika Wahana” ini merupakan EUREKA! ketiga yang pernah dilaksanakan oleh HIMAFI ITB setelah sebelumnya telah melaksanakan EUREKA! pada tahun 2016 dan 2017. Tema “Fisika Wahana” ini dibagi menjadi dua yaitu “Fisika Permainan” untuk siswa SMA/MA dan “Teknologi Permainan” untuk mahasiswa. EUREKA! pada tahun 2016 cakupannya masih se-Jawa-Bali dan hanya mengundang siswa SMA/MA sebagai peserta lombanya. Sama dengan tahun 2016, EUREKA! 2017 pun hanya melibatkan siswa SMA/MA sebagai peserta, namun cakupannya se-Indonesia.

Persiapan acara EUREKA! 2018 ini telah dimulai sejak Juli 2017 dan puncak acara EUREKA! 2018 telah diselenggarakan pada 20 Januari 2018 lalu.  Sebelum puncak acara, diadakan Pre-Event di CFD Dago pada hari Minggu, 14 Januari 2018 dengan mendirikan stand yang berisi permainan sederhana seperti permainan lempar bola dengan lubang yang ada poinnya (semakin kecil lubang maka poin pada lubang itu semakin besar), ketika poinnya dijumlahkan mencapai 150 maka akan mendapat sebuah hadiah. Selain itu, ada permainan tangan api (tangan yang diberi cairan sabun lalu diberi gas maka tangan akan seolah terbakar). Kedua permainan tersebut digunakan untuk menarik perhatian massa yang sedang berjalan-jalan di CFD Dago.

Dari 61 tim yang terdiri dari 8 tim universitas dan sisanya tim SMA/MA, tujuh tim dinyatakan lolos ke babak Grand Final. Mereka menampilkan karya RBLnya pada puncak acara EUREKA! 2018 yang diselenggarakan pada 20 Januari 2018 di Aula Timur ITB. Lima dari tujuh tim yang dinyatakan lolos tersebut merupakan siswa SMA/MA sedangkan dua tim lainnya merupakan tim dari universitas yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Makassar. Mulai pukul 08.00 sampai dengan 09.30 WIB para pengunjung dapat melihat pameran karya yang digelar para peserta dan bebas bertanya tentang RBL yang mereka buat.

Pada pukul 09.30 WIB acara dilanjutkan dengan seminar oleh Bapak Drs. Alexander Agustinus P. Iskandar, Ph. D selaku anggota kelompok keahlian Fisika Magnetik dan Fotonik ITB. Namun sebelum acara seminar dimulai, MC membuka acara terlebih dahulu, lalu mempersilakan beberapa pihak untuk menyampaikan sambutannya. Sambutan pertama diberikan oleh Siti Sonya Marliana Irhaz Putri FI’14 selaku Ketua Pelaksana EUREKA! ITB 2018. Sambutan kedua disampaikan oleh Khairul Basar, Ph. D selaku Kepala Program Studi Fisika ITB. Sambutan ketiga disampaikan oleh Edi Tri Baskoro, M. Si., Ph. D selaku Dekan FMIPA ITB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa di zaman yang sudah serba modern ini manusia seharusnya dapat berlaku bijak dan cerdas dalam beradaptasi dengan teknologi. Hal ini dikarenakan teknologi yang memang mampu memudahkan aktivitas sehari-hari manusia juga memiliki sisi lain seperti dapat menjauhkan manusia satu dengan manusia lainnya. Beliau juga berpesan agar pelajar dan mahasiswa zaman now tidak melupakan kecapakan akan softskills yang seharusnya mereka miliki.

Setelah sambutan dari Dekan FMIPA ITB usai, acara dilanjutkan dengan seminar yang dibuka oleh Muhammad Syahman Samhan FI’16 selaku moderator. Seminar dibagi ke dalam dua sesi, sesi pertama yaitu sesi pemaparan materi oleh Drs. Alexander Agustinus P. Iskandar, Ph. D, sesi kedua merupakan sesi tanya jawab. Dalam kesempatan kali ini, beliau memberikan seminar bertemakan “Perkembangan Riset Fisika di Indonesia” dengan materi cara melakukan eksperimen dengan baik dan benar. Dalam seminarnya ini beliau menyampaikan bahwa ilmu fisika merupakan ilmu yang berbasis eksperimen, dan eksperimen fisika tersebut tidak harus selalu canggih. Untuk membuktikan perkataannya tersebut, dalam seminar ini beliau juga melakukan percobaan dengan alat sederhana. Akan tetapi karena pengambilan data dirasa tidak valid lagi lantaran posisi dari alat yang diuji cobakan berubah-ubah untuk setiap percobaan yang dilakukan dengan bantuan beberapa peserta lomba, akhirnya percobaan tersebut diakhiri. Setelah sesi satu selesai, moderator membuka sesi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab ini, moderator melemparkan pertanyaan kepada pembicara tentang siapa tokoh ilmuwan idola beliau. Beliau menjawab Michael Faraday, karena menurut beliau Faraday berhasil menampilkan sesuatu yang tidak dipahaminya dengan bahasanya sendiri sehingga beliau berhasil mengomunikasikan temuannya.

Di akhir acara, diumumkanlah juara dari kategori SMA/MA dan mahasiswa. Juara 1 dari kategori SMA/MA diperoleh oleh Tim Enigma dari SMA N 1 Batam, sedangkan untuk mahasiswa, Juara 2 diperoleh oleh Universitas Brawijaya dan Juara 3 oleh Universitas Makassar. “Tujuan dari acara ini kan untuk menumbuhkan rasa cinta anak bangsa akan riset. Harapannya, sejak sekarang mereka sudah berkeinginan untuk giat melakukan riset dengan baik dan benar,” ungkap Ketua Pelaksana EUREKA! 2018.

 

Penulis: Nur Aini Rachmawati PL’16, Ardhy Nur Ekasari FI’16

Reporter: Ardhy Nur Ekasari FI’16,  Nur Aini Rachmawati PL’16

Komentar