Berita

Dunia Utopia dalam Karya Seni Masaraya 2018

 

Masaraya, Masa Perayaan, merupakan kegiatan berupa pameran karya-karya yang berasal dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) ITB. Kegiatan pameran karya seni ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Kegiatan yang diadakan mulai dari tanggal 9 hingga 11 Februari 2018 ini bertempat di Gedung Gas Negara, Jalan Braga No 58, Bandung.

Mengusung tema “Utopia”, dunia yang sempurna dalam angan-angan, Masaraya berusaha mewujudkan dunia khayalan melalui karya seni tanpa lupa memberi pesan yang bermanfaat untuk para pengunjungnya. Menurut Rean, Humas Masaraya, pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh kegelisahan mahasiswa DKV yang merasa masyarakat masih menganggap mahasiswa DKV hanya bisa menyablon, membuat logo atau mengatur tata letak di majalah. “Di sini kita mau menunjukkan bahwa anak DKV bisa membuat sesuatu yang lebih eksperimental, menggabungkan beberapa unsur karya menjadi karya yang baru.” ujar Rean.

Selama kegiatan Masaraya ini berlangsung, terlihat antusiasme pengunjung yang bagus. Bahkan hingga malam hari masih cukup banyak masyarakat yang datang baik bersama teman, keluarga maupun kelompok tertentu.“Yang datang ke Masaraya pun bukan hanya dari anak ITB, bahkan ada alumni yang berasal dari Malang lagi jalan-jalan di Bandung lalu mampir. Terus ada teman-teman dari SMP yang lagi hunting foto pun juga mampir ke sini. Jadi orang-orang yang lagi jalan-jalan di Bandung juga bisa mampir ke Masaraya.” kata Rean, Humas Masaraya. Antusiasme pengunjung yang bagus tidak terlepas dari pemilihan tempat kegiatan di Jalan Braga No 58, Bandung yang strategis karena keramaian di sekitar tempat tersebut. “Braga kita pilih karena dekat sama keramaian dan orang yang mau lewat pun bisa mampir. Sebenarnya ada pilihan yang lebih jauh lagi. Kalau misal di ITB sendiri kayaknya kurang merakyat soalnya di ITB kan harus nyari tempat juga bagi yang kurang tahu kampus ITB. Jadi kita memudahkan masyarakat untuk dapat menikmati Masaraya.” ujar panitia Masaraya.

Kegiatan inti dari Masaraya ini adalah pameran karya seni karya mahasiswa DKV ITB. Terdapat hal yang unik dalam pameran ini, yaitu adanya kelompok-kelompok ruangan dalam menampilkan karya seni yang mengandung unsur-unsur yang dianggap mendasar bagi terciptanya dunia “utopia” seperti tema kegiatan ini. Unsur-unsur tersebut adalah spiritual, sosial, ekologi, teknologi dan budaya. Oleh karena itu, karya-karya yang ditampilkan diharap dapat memberikan inspirasi dan membuka wawasan masyarakat tentang dunia seni dan desain. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan beberapa karya seni di pameran, terutama untuk karya-karya yang mengkolaborasikan seni dan teknologi. Hal ini menurut Rean merupakan cara yang baik agar pengunjung dapat menikmati seni dari sudut pandang yang berbeda.

Selain pameran, terdapat pula acara-acara menarik yang dapat dinikmati pengunjung, seperti talkshow, workshop dan launching e-book. Setelah dibuka pada 9 Februari lalu hingga berakhirnya kegiatan Masaraya, telah berlangsung beberapa talkshow, di antaranya adalah mengenai Future Graphic Design, Art x Design, Advanced Design dan Kreavi Talks. Diadakan pula launching e-book yang merupakan hasil kerjasama antara The Asian Foundation dan mahasiswa DKV ITB. Sementara itu, workshop Marbling on Pouch dilaksanakan pada hari terakhir kegiatan. Masaraya diakhiri dengan bincang-bincang mengenai Grand Design Masaraya, pengunjung dapat mengetahui awal mula dan proses pembuatan karya yang telah ditampilkan.

Meski sempat terjadi kendala manajemen waktu dari panitia dalam mempersiapkan kebutuhan karya seni yang akan ditampilkan, kegiatan yang telah direncanakan sejak Mei 2017 ini secara umum berlangsung dengan baik. Dengan terselenggaranya acara ini, Rean berharap masyarakat bisa lebih peduli dan lebih memahami dunia DKV. Selain itu, Masaraya juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk dapat terus membuat karya dalam kehidupan.

 

Penulis dan Reporter: Maulana Affan (FMIPA’17) dan M. Adzky (FMIPA’17)

Komentar