Berita Kampus

Inaugurasi 2018 : Tongkat Estafet telah Diserahkan, K3M Berpindah Tangan

“Ini baru hujan, belum gempa. Kenapa masih sedikit massa yang datang?” teriak lantang salah seorang dari massa Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GEA”. Sejak proses pemilihan umum raya K3M hingga acara pelantikannya pun tidak luput dari konflik-konflik besar maupun kecil. Tak henti-hentinya Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB menjadi sorotan karena akan segera berganti kepemimpinan. Bagaimanakah akhir dari rangkaian kegiatan pemira K3M yang sudah lama berlangsung?

Senin (19/2) telah dilaksanakan inaugurasi Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (K3M) ITB yang merupakan sebuah proses penyerahan tongkat estafet kepemimpinan dari Ardhi Rasy Wardhana (TA’13) selaku K3M periode 2017 kepada Ahmad Wali Radhi (TA’14) selaku K3M terpilih periode 2018. Cuaca yang sedang hujan gerimis dengan dinginnya angin yang menggigit tidak menyurutkan semangat massa kampus untuk menghadiri proses inaugurasi ini.

Pelaksanaan inaugurasi yang dijadwalkan akan dilaksanakan tepat pukul empat sore mengalami keterlambatan dari jadwal yang sudah ditentukan. Hujan yang masih cukup deras menjadi penyebabnya meskipun sejak kurang dari pukul empat sore sudah terlihat massa kampus yang berkumpul di selasar Labtek V dan Labtek VI. Lalu sekitar 45 menit kemudian, terlihat massa memakai jaket almamater ITB dengan membawa bendera merah-putih dan bendera biru KM ITB mulai memasuki Plaza Widya Nusantara dan acara inaugurasi secara resmi dibuka meski saat itu cuaca masih gerimis.

Acara dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilantangkan oleh seluruh massa kampus yang hadir di Plaza Widya Nusantara. Daerah tersebut dipenuhi oleh massa HMJ yang mengenakan atribut kebanggaan himpunan mereka sehingga Plaza Widya Nusantara terlihat penuh warna. Tak ketinggalan mahasiswa TPB juga turut menghadiri inaugurasi mengenakan jaket angkatan mereka, berkumpul dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang terdengar penuh khidmat di tengah rintik hujan, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB, Dr. Eng. Sandro Mihradi. Beliau mengucapkan selamat atas terpilihnya K3M yang baru dan berterima kasih atas kinerja yang telah dilakukan oleh K3M yang akan habis masa jabatannya. Kemudian, acara masih berupa sambutan yang disampaikan oleh Ardhi selaku K3M periode 2017/2018. Dalam sambutannya, ia menyadari bahwa KM ITB masih belum banyak pengaruhnya pada massa kampus dan berpesan kepada ketua selanjutnya untuk lebih memaksimalkan kinerja Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ketetapan Kongres Keluarga Mahasiswa ITB Nomor 006 Tahun 2018 oleh Mohammad Andi Setianegara (MG’14) selaku Ketua Kongres Keluarga Mahasiswa ITB. TAP Kongres KM ITB Nomor 006 Tahun 2018 tersebut menetapkan untuk: (1) menurunkan Ardhi Rasy Wardhana, NIM 12113031, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan angkatan 2013, dari jabatannya sebagai Ketua Kabinet KM ITB periode 2017, dan (2) mengangkat Ahmad Wali Radhi, NIM 12114049, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan angkatan 2014, sebagai Ketua Kabinet KM ITB periode 2018.

Setelah pembacaan TAP Kongres KM ITB tersebut, sampailah kepada puncak acara inaugurasi. Lewat pukul lima sore, penyerahan kekuasaan dan tanggung jawab dalam mengurus Kabinet Keluarga Mahasiswa dilakukan secara simbolis. Ardhi selaku K3M periode 2017 menyerahkan bendera biru tua kebanggaan KM ITB kepada Wali selaku K3M periode 2018/2019. Dengan berpindah-tangannya bendera KM ITB dari tangan Ardhi ke Wali, maka resmilah sudah Ahmad Wali Radhi menjabat sebagai Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang baru.

Suasana kembali ramai ketika Himpunan Mahasiswa Jurusan mulai berorasi secara bergantian setelah acara penyerahan bendera tersebut. Dimulai dari Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan “PATRA” berorasi untuk mendukung keberlangsungan pemerintahan Wali. HMJ yang lain pun bersahut-sahutan mendukung pemerintahan Wali sepenuhnya agar Kabinet Keluarga Mahasiswa dapat memaksimalkan kinerjanya dalam pelayanannya kepada massa kampus.

Ketika tiap HMJ berlomba-lomba menyampaikan orasinya dengan panjang lebar, hal yang unik terjadi saat Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan HMT ITB, himpunan tempat Wali berasal, menyampaikan ucapannya. Dengan singkat, jelas, dan padat, salah seorang massa HMT maju ke tengah Plaza Widya dan berkata bahwa ia sangat bangga dengan Wali. Lalu, ia segera kembali ke tempatnya.

Massa TPB pun tak ketinggalan ambil bagian dalam orasi. Miqdad (FITB’17) selaku perwakilan dari TPB melantangkan suara bahwa ia dan massa TPB lainnya akan menunggu terealisasinya janji-janji dan proker-proker Wali, terutama yang berhubungan dengan mahasiswa tahun pertama di ITB.

Keadaan menjadi cukup tegang ketika salah seorang massa Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GEA” berseru, “Ini baru hujan, belum gempa. Kenapa masih sedikit massa yang datang?” Mendengar seruan itu membuat semua massa yang saat itu hadir di Plaza Widya Nusantara menjadi senyap seakan semua orang sedang menahan napas. Ia menegaskan bahwa potret KM ITB seharusnya terlihat di semua aspek yang dilingkupi KM ITB, tidak hanya kegiatan kabinetnya saja.

Suara dari massa Unit Kegiatan Mahasiswa pun tak luput dari keikutsertaan dalam orasi. Salah satu massa dari unit Loedroek yang sudah terkenal akan kekonyolannya menceburkan diri ke kanal air sambil menuntut, “Apa suara unit masih akan diperhatikan dalam Kabinet KM ITB?” Wali menanggapi pertanyaan itu dengan berkata bahwa setiap suara yang menjadi bagian dari Keluarga Mahasiswa akan didengar, termasuk suara dari unit-unit.

Orasi diakhiri oleh Ketua Himpunan Ikatan Mahasiswa Kewirausahaan (IMK) “ARTHA”, Zed Asyhari (MK’15). Ia menegaskan bahwa kampus ITB tidak hanya berada di Ganesha saja, oleh karena itu Wali selaku K3M harus mengarahkan juga perhatiannya ke kampus Jatinangor dan kampus Cirebon, dan kembali menekankan konsep multikampus.

Sebelum menutup proses inaugurasi, dengan tangan teracung, massa kampus yang memenuhi Plaza Widya Nusantara melantangkan salam kebanggaan mahasiswa ITB, yang tak lain adalah Salam Ganesha. Setelah beramai-ramai mengumandangkan Salam Ganesha, didukung hujan yang tak kunjung berhenti, massa kampus dibubarkan. Dengan begitu, berakhirlah proses inaugurasi dan secara resmi Ahmad Wali Radhi sudah menjabat sebagai Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang baru. []

Reporter dan Penulis: Hanif Rahman (FTTM’17)

Komentar