Berita Kilas

M-DAYS 2018 : Kemandirian dalam Teknologi untuk Indonesia

Mechanical Days atau yang bisa disingkat M-Days 2018 merupakan suatu acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (HMM ITB) pada hari Sabtu, 24 Februari 2018 lalu. Meski pada tahun sebelumnya HMM ITB memiliki acara yang berbeda, yaitu Mechanical Festival (M-Fest), M-Days yang merupakan harinya anak mesin ini tidak kalah menarik rangkaian acaranya. Jika M-Fest mata acaranya lebih ke pameran karya, M-Days sendiri memiliki beberapa mata acara unik yang dirangkum menjadi tema Kemandirian dalam Teknologi.

Rangkaian acara yang ditawarkan meliputi National Innovation Competition (NIC), Grand Seminar, Solidarity Forever Summit, dan yang terakhir penutupan. Dipilihnya mata acara ini tentu saja karena beberapa pertimbangan. Salah satunya karena temperatur keilmuan teknik mesin di Indonesia belum setara. Maka tujuan M-Days di sini salah satunya untuk mengedukasi.

NIC ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan cara mengirimkan idenya untuk memecahkan permasalahan di Indonesia. Tema dari NIC ini adalah “Peran Engineer dalam modernisasi UKM di Indonesia” yang diharapkan nantinya langkah kemandirian teknologi bisa hadir kala Indonesia sudah didukung oleh UKM yang mandiri. Dengan begitu setiap daerah di Indonesia bisa menangani masalahnya masing-masing tanpa harus bergantung dengan pihak lain.

Selanjutnya diadakan pula Grand Seminar yang terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama diundang triple helix, maksudnya perwakilan pembicara dari sisi pemerintah, industri juga akademisi. Sesuai dengan tema yang diangkat yaitu “Mengoptimalkan Potensi Engineer Bangsa untuk Mewujudkan Kemandirian Teknologi Indonesia” pembicara yang diundang memang sangat mendukung untuk menunjukkan potensi mahasiswa saat ini terutama yang memang berperan besar dalam kemajuan teknologi saat ini.

Berbeda dengan sesi pertama, sesi kedua pada Grand Seminar ini memiliki tema “Merintis Kemandirian Industri Nasional” maka dari itu pada sesi dua menghadirkan para CEO presiden direktur industri nasional yang telah berhasil bersaing di mancanegara. Sesi ini juga menunjukkan dan memotivasi peserta seminar bahwa sebenarnya kemandirian ini sudah ada tapi memang belum banyak.

Solidarity Forever Summit mengundang beberapa perwakilan mahasiswa mesin dari forum wilayah yang ada di Pulau Jawa. Kegiatan ini memang bertujuan untuk mengumpulkan mahasiswa mesin untuk bisa bersinergi bersama. “Masing-masing wilayah itu punya forum wilayahnya masing-masing, ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra, dan forum wilayah lainnya. Sayangnya forwil ini tidak bersinergi satu sama lain karena kontennya masih kurang pada sisi keilmuan. Maka dari itu di M-Days berusaha untuk mengajak, menginisiasi, juga memelopori dengan berdiskusi bersama mengenai apa yang bisa dilakukan mahasiswa terutama untuk kemajuan UKM di Indonesia.” Begitulah paparan M. Ghiffari Alfarisy selaku ketua pelaksana M-Days 2018.

Pada akhirnya rangkaian acara diakhiri dengan penutupan berupa gala dinner juga expo karya mahasiswa Teknik Mesin ITB juga dari finalis lomba NIC. Di penutupan ini juga ada deklarasi hasil diskusi pada Solidarity Forever Summit. Secara garis besar hasilnya adalah mengenai teknologi, ESDM, dan memperkuat hubungan stakeholder mahasiswa dan pemerintah.

Supaya gerakan untuk Indonesia ini tidak sekadar wacana, maka rencananya akan diselenggarakan pula Super M-Days dalam waktu dekat dengan ruang lingkup Jawa Barat. Nantinya Super M-Days ini mahasiswa bisa mengajukan karyanya masing-masing untuk nanti dilombakan juga direalisasikan. Harapannya untuk wilayak lain bisa menyelenggarakan acara yang sama atau mungkin sama sekali beda tetapi esensi tetap tersampaikan.

Reporter dan Penulis: Alvi Zainita (FTI’17)

Komentar