Berita Kampus

Bandrekan Wargi: Selangkah Lebih Dekat dengan Warga Coblong

Aula Kantor Kecamatan Coblong yang terletak di Jalan Sangkuriang 10A dipenuhi oleh warga dan beberapa mahasiswa dengan jaket almamater berwarna hijau tua. Pada Jumat (18/05), tepatnya mulai pukul 8.30 WIB, sebuah pertemuan antara warga Coblong dengan mahasiswa kampus Gajah digelar. Pertemuan tersebut bertajuk Bandrekan Wargi. Ada pun pertemuan ini dimaksudkan untuk dapat memetakan potensi dan masalah di masing-masing wilayah di Kecamatan Coblong.

Pertemuan dibagi menjadi tiga sesi, yakni: pemaparan terkait pendidikan, lingkungan, dan ekonomi kerakyatan, pemaparan terkait teknologi tepat guna, dan ditutup dengan diskusi serta tanya jawab antara warga dan mahasiswa ITB. Setelah sambutan, acara memasuki sesi pemaparan dari Eko Fajar (PL’14) yang membahas penataan kota secara umum. Pada pemaparan tersebut, Eko memberikan beberapa metode penataan kampung kota dan contoh implementasinya. Kemudian, dilanjutkan dengan presentasi oleh perwakilan dari UKM U-Green yang membahas pengolahan sampah yang bukan hanya baik, tetapi juga dapat berdaya guna. Salah satu metode yang dijelaskan ialah Takakura Composting.

Ada pula perwakilan dari Skhole ITB Mengajar, yakni Sultan Pasha (SI’16). Ia menjabarkan bagaimana pentingnya pendidikan dan peran KM ITB, khususnya Skhole, di dunia pendidikan. Beranjak ke pemaparan berikutnya mengenai ekonomi kerakyatan yang disampaikan oleh Meygantara (MB’18). Ia memberikan pandangan baru bahwa pengembangan dan inovasi produk dapat dimulai dengan penggabungan beberapa hal. Contoh yang diberikan adalah produk usaha berupa makanan, seperti cireng yang biasanya berisi oncom, diinovasikan isinya berupa keju, ayam, dan lain-lain. Pemaparan ini pun dilanjutkan dengan cara-cara yang perlu dilakukan untuk pengembangan produk dan pemasaran produk tersebut.

Dengan adanya ketiga pemaparan di atas diharapkan warga menjadi tergugah untuk menata daerah mereka dengan mengetahui terlebih dahulu potensi daerahnya.
Bandrekan Wargi diakhiri dengan sesi tanya jawab antara warga dan mahasiswa. Selain itu, dalam sesi tersebut beberapa warga dari berbeda kelurahan menyampaikan kondisi daerah mereka dan memohon kerjasama mahasiswa ITB untuk bersama-sama mewujudkan solusi atas permasalah daerahnya. Berakhirnya pertemuan tersebut pada pukul 11.30 WIB ditandai dengan foto bersama warga dan mahasiswa.

Penulis dan Reporter: Ardhy Nur (FI’16), Rahma Rizky (EB’16)

Komentar