Berita Kilas

Binar: Sebuah Pameran Karya Kriya yang Dekat dengan Masyarakat

Dokumentasi: Rifqi Rifaldi (IF’16)

Binar merupakan pameran tahunan yang diadakan oleh Terikat (Himpunan Mahasiswa Kriya) ITB pada hari Sabtu (14/4) hingga Minggu (15/4) yang berlangsung di The Parlor Bandung. Acara Binar ini bertujuan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan karya-karya kriya ke masyarakat umum dan juga sebagai wadah atau sarana untuk mahasiswa kriya memamerkan karya-karyanya selama ini. Karya-karya yang dipamerkan setiap tahun berbeda-beda disesuaikan dengan konsep atau tema pameran per tahunnya. Jika tahun sebelumnya acara pameran ini bertema ‘jemari’, konsep acara tahun ini adalah summer. Tema summer dipilih karena pameran tahun ini diharapkan mampu menyampaikan image yang menyenangkan, fun, dan warna-warna yang cerah, sesuai dengan konsep nama ‘binar’ sendiri.

Pameran tahunan ini menampilkan karya kolaborasi tiga angkatan. Masing-masing angkatan bebas memamerkan karya mereka dan banyaknya karya mereka. Karya-karya yang dipamerkan tentu disaring terlebih dahulu melalui kurasi, yaitu tahap seleksi atau pemilihan karya yang masuk ke dalam pameran. Karya yang berhasil lolos tahap kurasi merupakan karya yang sesuai dengan konsep dan tema binar. Karya-karya yang dipamerkan antara lain tapestry, produk fashion, tenun, karya keramik, surface design, dan lain-lain. Lokasi untuk tempat pameran ini pun disesuaikan dengan suasana tema sehingga dapat menarik pengunjung dari berbagai kalangan. Mata acara sendiri ada talkshow, live tapestry, makrame, fashion, dan penampilan band. Talkshow bertema Trend Forest “Youth Counterculture and Its Impact on Fashion” dengan pembicara Sabrina Ilma Sakina.

Persiapan Binar ini sudah dimulai dari Desember, namun baru bisa terlaksana bulan April ini. Meskipun menurut Ketua Acara Binar, Desnica (KR’14), kendala seperti pemilihan karya dan penyimpanan barang sempat dialami sebelum acara berlangsung. Namun berkat kerjasama yang baik, acara ini terlaksanakan dengan sukses. Tentu terlibat campur tangan panitia yang dapat menyukseskan acara ini. Beberapa divisinya antara lain adalah desain dan publikasi. “Acara ini ternyata melebihi ekspektasi dari segi pengunjung, dekorasi, feedback dari orang-orang, feedback dari The Parlor Bandung, dan karya yang terkumpul,” ungkap Desnica.

Reporter: Rifqi Rifaldi IF’16
Penulis: Adela Nur FMIPA’17

Komentar