Berita Kampus Kilas

Ecoproject: Memperkenalkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Pada hari Minggu yang lalu (27/1), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITB mengadakan sebuah acara bernama Ecoproject yang mengundang, tidak hanya mahasiswa ITB, tetapi juga masyarakat umum untuk mengikuti seminar dan melihat pameran yang mengajak kita untuk melestarikan lingkungan.

Pelaksanaan acara Ecoproject terbagi menjadi dua fase yaitu pra acara yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan acara utama pada tanggal 27 Januari 2019. Dalam pra acara Ecoproject, kegiatan dilakukan di desa dan sekolah melalui sosialisasi kepada warga mengenai betapa pentingnya penerapan ecolifestyle.

Seminar Ecoproject diadakan di Aula Timur ITB yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Ecoproject, Ketua Ikatan Alumni Teknik Lingkungan, dan Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITB. Pembicara pertama merupakan wakil dari Dirjen Ciptakarya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bagian pengembangan sistem penyediaan air minum bernama Fajar Eko Antono. Beliau mengatakan bahwa pada masa Revolusi Industri 4.0 Indonesia belum dapat memberikan air minum yang layak kepada 100% penduduknya. Beliau memasang 100% air minum untuk seluruh penduduk tetapi baru 72% tercapai, persentase tersebut merupakan jumlah dari air minum perpipaan dan nonperpipaan.

Pembicara kedua merupakan ahli sanitasi lingkungan bernama Winarko HS. Beliau membagikan cara melakukan ecolifestyle, gaya hidup yang melestarikan lingkungan dengan mengolah sampah. Beliau mengatakan bahwa terdapat beberapa tingkat kelestarian lingkungan yaitu individu, kawasan, dan perkotaan. Dalam skala individu kita dapat melakukan hal yang sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa kantong atau tas saat ke minimarket, dan lain-lain. Dalam skala kawasan kita dapat membuat sebuah penampung air hujan di rumah kita, agar pada saat musim kemarau kita tidak kekurangan air. Dalam skala kawasan dapat dibuat ecodrainase agar saluran air di kota itu bebas dari limbah basah.

Pembicara ketiga dan terakhir adalah Mohamad Bijaksana Junerosano seorang alumni HMTL ITB dan juga penemu Waste4change. Waste4change merupakan perusahaan jasa yang menawarkan jasa untuk mengelolah sampah sesuai dengan prosedur yang benar. Waste4change mengajak masyarakat untung mengelola sampah dengan benar dari hal yang mudah seperti memisahkan sampah makanan dengan sampah nonmakanan. Dengan melakukan ini maka mengelola sampah dengan benar akan menjadi lebih mudah.

P_20190127_142642

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan tiga bintang tamu, yaitu, Dr. Nofrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah dan Dirjen PSLB3, Anindita Sekar Jati, Head of Marketing and Communication of Avanieco, serta Nadya Natasha, Miss Favorite Miss Scuba Indonesia. Talkshow dimulai dengan dua kasus tentang sampah yang sempat mengguncangkan Indonesia, yang pertama adalah kasus di tahun 2005, tentang bencana longsor sampah di Leuwigajah, lalu penutupan Pantai Kuta karena saking banyaknya sampah di sana.

Para pembicara di sesi talkshow menceritakan tentang pengalamannya masing-masing, Nofrizal memamerkan koleksi barang-barang pribadinya yang begitu ecofriendly, Nadya berkisah tentang pengalamannya menyelam sambil memunguti sampah-sampah, lalu Anindita mengisahkan soal pemanfaatan barang-barang organik. Sesi talkshow diakhiri dengan harapan para pembicara, agar para pengunjung acara ini menjalani kehidupan yang ecolifestyle, dan tidak hanya sekarang, tapi berlanjut sampai waktu-waktu berikutnya. Acara di aula timur diakhiri dengan pengisian kuisioner sebagai sarana evaluasi, para pengunjung acara yang sudah mengisinya dapat mengambil hadiah, sebuah tumbler minum.

Selain seminar, pengunjung juga dapat menikmati rangkaian acara pameran yang diadakan di Lapangan Basket dan Lapangan Cinta ITB. Di pameran  ini terdapat berbagai project buatan mahasiswa ITB. Pengunjung dapat melihat mekanisme serta cara kerja dari alat atau barang yang dibuat secara dekat dan detail, di antaranya adalah pembuatan bahan 3D-printer dari plastik bekas oleh Mahasiswa Teknik Material ITB dan alat penjernih air oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Para mahasiswa yang menjaga stand dengan sigap menjawab pertanyaan dan menjelaskan barang yang terpajang.

Selain itu, beberapa stand menjajakan produk-produk ramah lingkungan atau menggunakan bahan-bahan yang alami dengan harga yang sangat terjangkau, seperti sedotan stainless-steel, peralatan makan terbuat dari jerami, dan pakaian dengan motif yang terbuat dari tanaman asli. Di lapangan basket juga terdapat acara workshop pembuatan motif pakaian dengan menggunakan dedaunan tanaman asli. Pengunjung dapat mengikuti acara pada jam yang telah dijadwalkan dan bahan-bahan yang telah disediakan. Beberapa organisasi yang berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan dan alam pun turut meramaikan, mempromosikan kegiatan-kegiatan, dan menarik peminat pengunjung untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan.

Beberapa stand juga menyediakan permainan-permainan kecil dengan hadiah yang menarik apabila berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan. Ada pula permainan dan acara yang dikhususkan untuk pengunjung yang masih kecil, berupa permainan-permainan di lapangan cinta.

Reporter dan Penulis: Sebastian Anthony (STEI’18), Audrey Xaveria (FTI’18), Adisty Najmia Daud (FITB’18)

Sumber foto: Dokumentasi Boulevard ITB

Komentar