Berita Kampus Kilas

ITB Day 2019: Asyiknya Berpetualang di Kampus Ganesha

Sabtu (2/2), Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB mengadakan sebuah acara tahunan bernama ITB Day 2019 yang bertujuan untuk memperkenalkan ITB lebih jauh kepada masyarakat umum. ITB Day 2019 merupakan puncak rangkaian kegiatan Aku Masuk ITB (AMI) 2019. Acara ini diselenggarakan di Kampus ITB Ganesha, dari wilayah Boulevard sampai dengan Labtek Kembar.

Antrean panjang pengunjung tampak memenuhi Lapangan Campus Center Timur. Di tempat tersebut, pengunjung bisa mendaftarkan dirinya untuk mengikuti tur yang terbagi menjadi dua, Tur Kampus— berkeliling ITB dan mengenal bangunan-bangunan di ITB, serta Tur Lab—mengunjungi beberapa laboratorium di ITB, yaitu Laboratorium Mesin, Teknologi Elektronika, Keenergian Kemineralan, Sains Farmasi, Seni Desain, dan Konstruksi Infrastruktur.

Beralih ke bagian selatan Lapangan CC Timur, pengunjung bisa menonton film yang dibuat spesial oleh panitia AMI 2019 di Bioskop AMI. Film yang ditayangkan mengangkat kisah tentang kekompakan sekelompok mahasiswa yang tengah mengerjakan sebuah proyek lomba. Namun, kekompakan tersebut mulai runtuh ketika terjadi perbedaaan pendapat dan kesalahpahaman. Singkat cerita, semua masalah akhirnya dapat diatasi dan mereka pun berhasil memenangkan perlombaan.

Pengunjung tidak perlu khawatir tidak dapat menonton di Bioskop AMI karena panitia telah menyiapkan tiga pilihan jadwal untuk menonton film tersebut yaitu pukul 08.00, 11.00, dan 13.00. Pada shift terakhir, selain diadakan penayangan film utama, ditayangkan pula film buatan siswa SMA yang memenangkan perlombaan film pendek yang diadakan oleh AMI 2019, yakni film karya siswa SMAN 29 Jakarta dan film karya siswa SMAN 4 Karawang. Kedua film mengandung pesan yang sarat akan makna yaitu mengenai indahnya perubahan.

Meluncur sedikit ke utara, di Ruang Basement Gedung CC Timur, akan ditemui wahana interaktif yang terdiri dari bermacam-macam alat buatan mahasiswa ITB, seperti Lie Detector—suatu program yang mampu mendeteksi kebohongan, Paper Bridge—konstruksi jembatan yang terbuat dari kertas biasa namun mampu menampung beban sampai 10 kilogram, Lavalamp—suatu lampu berisi campuran air dan minyak yang menghasilkan desain unik, dan Coilgun—semacam alat pelontar yang terbuat dari paralon.

Setelah puas dengan wahana, pengunjung bisa mengunjungi labirin yang posisinya berdekatan dengan wahana. Alur dari labirin tersebut unik. Sebelum memasuki labirin, pengunjung akan dibekali dengan kertas yang harus diisi oleh stiker dari masing-masing pos di labirin. Jika berhasil mengumpulkan semua stikernya, pengunjung akan mendapatkan hadiah menarik yang disiapkan oleh panitia AMI. Di dalam labirin, pengunjung akan diajak untuk mengenal lebih jauh tentang ITB, seperti fakultas dan program studi yang ada di ITB, cara mendapatkan beasiswa, dan cara agar dapat diterima menjadi mahasiswa ITB (SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri).

Di bagian penghujung labirin, ada semacam pohon harapan. Pengunjung dipersilakan untuk menuliskan harapannya di tempat tersebut lalu menggantungnya di pohon. Dari pengamatan tim Boulevard ITB, mayoritas isi dari harapan yang digantung di pohon tersebut adalah keinginan agar tahun 2019 bisa berkuliah di ITB.

26982

Di Jalan 2, pengunjung akan menemukan Edufair Karya oleh Mahasiswa ITB. Di booth paling awal, pengunjung bisa mendapatkan booklet AMI yang berisi hal-hal unik mengenai ITB dan testimoni tentang ITB dari mereka yang telah lebih lama berada di dalamnya. Terdapat pula pameran robot dari Unit Robotika ITB, 3D Printer, Games Corner, foto-foto unik dari Liga Film Mahasiswa, pameran pesawat dari Aksantara, Arduino, Geurah, dan banyak lainnya. Sementara itu, di selasar Labtek Kembar terlihat stan-stan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang ramai didatangi oleh mereka yang ingin bertanya lebih lanjut mengenai jurusan-jurusan yang ada di ITB.

Menjelang sore hari, kepadatan pengunjung di antrean tur sudah tidak tampak lagi. Pengunjung tampaknya telah puas seharian berkeliling Kampus ITB Ganesha. Acara ITB Day 2019 ditutup dengan penampilan berbagai unit kesenian ITB seperti ITB Jazz, Apres, dan lain-lain. Penampilan dari unit kesenian ITB tampaknya mampu menarik perhatian penonton, terlihat dari ramainya pengunjung yang menonton pertunjukan yang disajikan.[]

Penulis: Adisty Najmia Daud (FITB’18) dan Maria Sinta Kusuma (SF’18)
Editor: Adzky Mathla (AS’17)
Sumber Dokumentasi: Boulevard ITB

Komentar