Uncategorized

Perawat dengan Kecerdasan Buatan: Penolong di Tengah Pandemi

Beberapa tahun terakhir ini, terjadi perkembangan yang pesat pada bidang Artificial Intelligence. Akibatnya, tanpa kita sadari, teknologi-teknologi hasil bidang tersebut telah menjadi bagian dari hidup kita. Ketika kita membuka internet untuk mengakses platform seperti Youtube dan Spotify, Artificial Intelligence akan bekerja untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk kita berdasarkan history kita. Salah satu hasil dari Artificial Intelligence yang mungkin paling sering kita dengar adalah robot.

Pada zaman modern ini, semakin sering kita temukan robot-robot yang dapat menggantikan peran manusia di berbagai bidang. Ada robot yang dapat menyiapkan makanan, robot yang dapat melakukan bersih-bersih, hingga robot yang dapat mengemudikan kendaraan (self-driving robot). Kebutuhan atas service robot alias robot yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia kerap mengalami peningkatan. Salah satu jenis robot yang sedang berkembang pesat adalah robot medis. 

Akibat dari pandemi COVID-19 yang belum terlihat kapan akan berakhirnya ini, kita dipaksa untuk mengurangi kontak fisik untuk menghindari penyebaran virus. Hal ini membuat rumah sakit-rumah sakit di penjuru dunia memutar otak untuk mengurangi kontak fisik, apalagi risiko penularan virus COVID-19 jauh lebih tinggi di rumah sakit dibandingkan di tempat-tempat lain. Oleh karena itu, semakin diperbanyak penggunaan robot untuk membantu para pekerja kesehatan. Selain digunakan sebagai bentuk usaha dalam mengurangi interaksi pasien dengan pekerja kesehatan secara langsung, robot medis juga cenderung dapat mengerjakan tugas-tugas yang mungkin terasa sulit dilakukan oleh manusia.

Salah satu contoh robot medis yang begitu penting di masa pandemi ini adalah UVD robot. Sesuai namanya, UVD (Ultra Violet Disinfection) robot memanfaatkan sinar ultraviolet dalam proses desinfeksi. Sinar ultraviolet yang dipancarkan robot tersebut memiliki efek germicidal untuk membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan. Robot ini terdiri atas sejumlah sensor lidar dan serangkaian lampu ultraviolet. Untuk menggerakan UVD robot, digunakan komputer yang terhubung ke robot terkait. Lalu, lingkungan sekitar dipindai oleh sensor lidar untuk mencetak peta digital. Peta digital tersebut kemudian dipakai untuk mengarahkan robot ke sebuah ruangan yang perlu desinfeksi. Melalui penggunaan UVD robot, desinfeksi dapat terlaksana secara efektif tanpa perlu campur tangan langsung dari pekerja kesehatan. Akibatnya, paparan dengan virus tersebut dapat dikurangi.

Ada pula robot perawat. Robot ini mampu mengerjakan tugas seperti mengirimkan obat atau melakukan pengecekan pada para pasien. Robot perawat membuat pekerja kesehatan dapat berkomunikasi dengan pasien walau terpisah jarak. Salah satu robot perawat yang digunakan sebagai teman dalam memerangi COVID-19 adalah Tommy. Tommy ditugaskan untuk membantu para pekerja kesehatan di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia. Dengan tubuh seukuran anak kecil, Tommy memiliki monitor dan tablet dengan mikrofon agar pihak-pihak terkait dapat berkomunikasi secara visual dan auditorial. Mengenai kemampuan, Tommy dapat mengukur tekanan darah dan saturasi oksigen para pasien yang menjadi parameter penting dalam mengetahui kesehatan mereka. 

Robot-robot ini membatasi interaksi pasien dengan para pekerja kesehatan sebagai bentuk pencegahan terhadap COVID-19 yang merajalela terutama di rumah sakit. Selain itu, robot-robot yang digunakan juga membantu rumah sakit dalam upaya pemanfaatan APD secara efisien. Para pekerja kesehatan dengan artificial intelligence ini memiliki satu kelebihan lagi, yaitu tidak merasakan lelah. Hanya dengan pengisian baterai yang cukup, mereka siap melanjutkan pekerjaan. 

Melihat inovasi-inovasi baru yang diciptakan di waktu yang relatif singkat ini, membuat kita bertanya-tanya, kira-kira sejauh mana dunia robotika bisa berkembang? Robot seperti apa lagi yang akan dikembangkan selanjutnya? Apakah suatu saat nanti robot akan benar-benar menggantikan manusia?

Tambahan:

 

Penulis: Tami, Arini
Ilustrasi : Kirana

Komentar