Artikel Kampus

Kawispril 2021: Wispril yang Penuh Cahaya Harapan

Tidak terasa, Wisuda April akan segera tiba. Setelah terlaksananya dua wisuda daring tahun lalu, Wisjul dan Wisokto 2020, timbul pertanyaan dan ekspektasi perihal gambaran wisuda daring selanjutnya. Inovasi apa lagi yang akan muncul pada wisuda daring ini?  Untuk itu, kami mewawancarai Ketua Wisuda April 2021, Nabila Fathonah, perihal seluk-beluk wispril yang akan akan bawakan.

Nabila Fathonah, Ketua Wispril 2021

Sebelum menjadi ketua wispril, mahasiswa teknik lingkungan angkatan 2019 ini memang telah sering melibatkan diri dalam kepanitiaan pusat. Ia sempat menjadi panitia Bersua, panitia OSKM, serta panitia wispril dan wisjul tahun lalu. Selain itu, saat ini, Nabila juga merupakan staf komite kongres dan staf kabinet hubungan eksternal KM ITB.

Ia menyatakan bahwa motivasinya menjadi ketua wispril tahun ini adalah rasa cintanya kepada wispril. Saat dirinya menjadi panitia lapangan wispril tahun lalu, pelaksanaannya bubar karena pandemi. Namun demikian, melalui wispril, Nabila mengaku telah bertemu dengan orang-orang hebat yang berperan dalam pengembangan dirinya. Sebagai balas budi, Nabila merasa harus menjadi pemecah masalah ihwal pelaksanaan wispril. “Aku harus bisa memberikan kepada wispril yang bisa wispril berikan kepadaku,” katanya.

Menurutnya, walaupun pandemi ini telah berlangsung cukup lama, terlepas dari segala sesuatu yang direbut dari manusia, kehidupan harus tetap berjalan. Untuk itu, Nabila ingin membangun wisuda yang memberi kesan lebih hangat dan penuh harapan, yaitu wisuda yang dapat mengingatkan bahwa apa pun yang telah terjadi, kehidupan harus tetap berjalan.

Selanjutnya, Nabila ingin menciptakan wisuda yang memberikan pengalaman personal bagi wisudawannya. Nabila menambahkan bahwa program kerjanya ke depan akan mewakilkan personalisasi pengalaman para wisudawannya. Ia berkata, “Mereka bukan hanya diapresiasi sebagai massa himpunan atau sebagai wisudawan KM ITB, tetapi mereka as a person diapresiasi atas pilihan mereka mendidik diri sendiri di luar akademi.” 

Ketika ditanya kendala yang dialami sejauh ini, Nabila mengatakan bahwa manajemen waktu yang masih sulit karena jadwal perkuliahannya masih berubah-ubah. “Ketika kemarin aku roadshow ke TPB pun perlu ada beberapa yang digantikan karena aku tiba-tiba ada kelas, ada praktikum,” katanya. Namun demikian, Nabila bersyukur bahwa ia memiliki tim yang senantiasa siap mengusahakan kebutuhan wispril sesuai arahannya. Nabila menambahkan bahwa dirinya merasa memiliki koneksi personal dengan timnya karena kebetulan mereka merupakan orang terdekatnya, bahkan sebelum menjadi ketua wispril. Karena itu, Nabila merasa bahwa bekerja dengan mereka bukan hanya perihal kerja sama untuk wispril, melainkan juga sesama teman.

Terkait harapannya terhadap pelaksanaan wispril tahun ini, Nabila berkata, “Wispril tahun ini bisa jadi experience yang enggak cuman merayakan wisuda April, tetapi juga membuat wisudawan merasa dirayakan.” Selain bagi wisudawan, ia juga berharap bahwa wispril dapat memberikan pengalaman pengembangan diri bagi orang-orang yang sedang mencari posisinya di ITB, khususnya bagi mahasiswa TPB. Ia ingin wispril tidak hanya memberikan pengalaman bekerja, tetapi juga memberikan keluarga bagi mereka.

Terakhir, Nabila berpesan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa untuk berjuang dan bertanggung jawab atas peran mereka sebagai cahaya. 

“Jangan pernah lupa kalau manusia sejatinya adalah cahaya yang membawa harapan bagi gelapnya masyarakat itu sendiri. Everyone of you is a light of hope.”

Pada 30 Januari 2021, melalui akun Instagram Wisuda April 2021, poster segera-datang wispril telah dirilis. Makin dekat dengan hari pelaksanaannya, makin meningkat semaraknya. Wispril tahun ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik, seperti wisuda-wisuda sebelumnya, sehingga dapat menjadi pengantar wisuda-wisuda selanjutnya yang penuh harapan  

Penulis: Reza Pahlawan (FMIPA’20)

Editor: Maria Sinta K. (STF’18)

Komentar