Artikel Kampus

Pemira: Online Bukanlah Halangan!!!

Sudah hampir setahun karantina berjalan. Banyak “dunia” yang terdampak oleh karantina ini, termasuk dunia politik dan dunia pendidikan. Begitu pula dengan kampus tercinta kita, ITB. Salah satu kegiatan kampus terbesar yang harus beradaptasi dan menghadapi perubahan masif ini adalah PEMIRA.

Apa itu PEMIRA ?

Pemilihan Umum Raya, atau yang biasa dikenal dengan PEMIRA, adalah salah satu kegiatan politik terbesar di ITB. Pemilu ini dilaksanakan dalam rangka menentukan dua pemimpin kemahasiswaan di ITB, yaitu MWA WM dan K3M.

Namun, jika dilihat sampai saat tulisan ini digarap, sama sekali belum ada batang hidung terkait siapa yang akan menjadi kandidat K3M dan MWA WM. Loh, tetapi bukannya sudah ada 2 orang yang mengambil berkas ? Eits, not so fast kawan-kawan, prosesnya tidak sekedar ambil berkas! Lantas, apa yang harus dilakukan seseorang agar bisa disebut sebagai kandidat? Mari kita ulas dengan jelas!

Mengulas Proses Penetapan Kandidat

Pertama-tama, massa yang ingin menjadi K3M atau MWA WM harus menyatakan diri terlebih dahulu kepada panitia pelaksana. Bila mahasiswa tersebut mempunyai keinginan untuk mengambil berkas, maka mereka harus membuat janji dengan pihak panitia untuk mengambil berkas. Dalam kondisi luring, berkas yang diberikan berupa hardfile, sedangkan untuk kondisi daring ini, berkas harus diunduh terlebih dahulu. Setelah menerima berkas, mahasiswa tersebut baru bisa mengisinya. Jika benar-benar ingin menjadi K3M atau MWA WM, mahasiswa tersebut harus mengembalikan berkas yang telah terisi dengan lengkap. Setelah diserahkan kembali, panitia pemilu akan mengecek kelengkapan data dari berkas yang diberikan. Jika memenuhi, maka mahasiswa tersebut dapat dinyatakan sebagai kandidat. Bila belum sesuai, maka berkas akan dikembalikan lagi dengan harapan dilengkapi.

Kembali ke Masa Kini

Nah, karena belum ada satu pun bakal calon yang mengumpulkan berkas tersebut, maka kita masih belum mempunyai kandidat untuk PEMIRA tahun ini. Sebagai informasi, PEMIRA tahun ini sudah mengalami pengunduran rentang pengambilan berkas sebanyak tiga kali. Tenggat waktu awal adalah pada 17 Januari, yang kemudian diperpanjang menjadi 18 Januari, lalu menjadi 26 Januari dan akhirnya 7 Februari. Alasan dari perpanjangan ini adalah karena belum terpenuhinya syarat untuk lanjut ke tahap berikutnya. Syarat supaya PEMIRA dapat dimulai adalah dengan adanya 2 atau lebih kandidat, sementara sampai sekarang, belum ada yang mengembalikan berkasnya kepada pihak panitia.

Melansir pendapat Ketua Pelaksana PEMIRA 2020/2021, Kukuh Iksan M., atau akrab disapa Kukuh, jumlah mahasiswa yang mencalonkan diri sangat berbeda dari ekspektasi. Menurutnya, akan ada banyak yang mencalonkan diri, namun ternyata realita memang tidak semanis ekspektasi, ya! Diperkirakan sebelumnya bahwa PEMIRA akan selesai pada 23 Maret 2021. Namun, setelah pengunduran tenggat waktu yang terjadi, hal itu pun tampaknya tidak mungkin terjadi. Kira – kira, apa yang menyebabkan rangkaian PEMIRA tahun ini mengalami kemunduran waktu dibandingkan PEMIRA sebelumnya? Faktor terbesarnya adalah karena pandemi COVID-19 ini. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan untuk mencocokkan prosedur dengan suasana. Langkah pertamanya pun juga sudah lebih terlambat dari biasanya. Ketua pelaksana PEMIRA biasanya sudah ada di bulan September atau Oktober, tetapi ini baru terpilih di akhir November, dimana saat itu kegiatan agak padat mengingat UAS sudah dekat untuk para mahasiswa jurusan.

Setelah bergulat dengan UAS yang kelihatannya tidak ada akhirnya, para panitia akhirnya berhasil menyiapkan segala sesuatunya tepat waktu. Hanya saja, kendalanya adalah pada calon kandidatnya, karena pandemi ini, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Terlebih lagi, jabatan K3M dan MWA WM bukanlah sesuatu yang bisa dicoba-coba saja. K3M dan MWA WM bertanggung jawab terhadap segala pergerakan mahasiswa yang ada di ITB, dan itu bukan sesuatu yang mudah. Terlebih lagi, jika terpilih , orang tersebut harus dengan ikhlas bersedia kuliah lima tahun. Tentu saja itu adalah sesuatu yang perlu banyak sangat pemikiran untuk dilakukan, karena banyak sekali mahasiswa yang ingin cepat lulus, apalagi satu  tahun bukan waktu yang sebentar saja. Menurut Kukuh, mencalonkan diri adalah sebuah kesempatan yang luar biasa karena banyak hal-hal dan pengalaman yang akan didapati.

“Hmmm .. karena kandidat juga belum ada, apalagi online begini, apakah PEMIRA menjadi kurang hype?”

Pertanyaan itu mungkin terngiang-ngiang di kepala Anda, tetapi Anda salah. Hohoho, mengapa? Coba kamu periksa Instagram resmi PEMIRA, unggahan nya lumayan heboh, loh! Bagi yang penasaran, langsung saja cek @pemirakmitb2020 , ya!

“Baiklah, kalau mereka hype di sana, mengapa tidak hype di luar akun – akun resmi juga, ya?”

Menurut Kukuh, hype biasa terjadi ketika masa kampanye berlangsung. Disana kandidat akan mempromosikan diri kepada massa kampus. Itulah yang membuat hype. Kembali lagi, PEMIRA masih belum memiliki kandidat, sehingga tentu belum bisa bergerak ke tahap kampanye. Jadi, tunggulah sampai kampanye mulai untuk melihat hype-nya kawan-kawan!

PEMIRA 2020/2021

Perlu diketahui bahwa tema tahun ini adalah Game of Thrones. Tema yang satu ini tidak asal dipilih karena sudah diperhitungkan oleh Ketua Pelaksana sejak waktu yang lama. Kukuh merasa bahwa untuk kampanye tahun ini, tidak boleh hanya sekadar kampanye biasa, dimana orang hanya berpartisipasi dalam hearing/debat tanpa mengenal pola pikir atau sifat kandidat tersebut. Kukuh ingin menarik lebih jauh definisi dari kampanye, supaya massa kampus dapat mengenal siapa yang akan menjadi calon pemimpin kita, bagaimana pemikirannya dan karakternya sehingga kita bisa berkomunikasi dan enjoy. Banyak upaya yang dapat dilakukan massa kampus agar dapat lebih mengenal kandidat, seperti mabar, nobar, main tiktok, dan banyak kegiatan lainnya. Upaya – upaya ini penting untuk dilakukan karena Kukuh tidak ingin massa kampus yang hadir hanya sekadar hadir untuk memenuhi kuorum, kemudian tidur, masak, atau melakukan kegiatan lain. 

Last but not least, adalah harapan dan doa dari Ketua Pelaksana PEMIRA kita tahun ini. Kukuh berharap, siapapun yang membaca artikel ini, dapat menjadi pencetus untuk meramaikan PEMIRA tahun ini. Hanya sekadar mengajak kawan-kawan untuk ikut, itu sudah termasuk pencetus. Tidak harus mengajak secara langsung, mengajak lewat orang lain pun sudah bagus. Semoga massa kampus ITB bisa ikut berpartisipasi dan mengawal perjalanan PEMIRA tahun ini. Kalau ada saran dan kritik, silahkan disampaikan di akun resmi PEMIRA. Jika ada pujian, boleh juga diberikan!

Why not? Pujian itu bagus juga sekali sekali.” -Kukuh Iksan M.

Penulis: Gwyneth Wynn (SAPPK’20)

Editor: Maria Sinta K. (STF’18)

Komentar